PB, Jakarta – Kondisi politik yang tidak menentu, ditambah dengan faktor iklim investasi dan juga kebijakan fiskal, menjadikan investasi di Indonesia tidak lagi menarik para investor.

Bahkan parahnya beberapa kebijakan pemerintah menjadikan perusahaan yang ada di Indonesia harus angkat kaki ke negara lainnya.

Walaupun sembilan paket kebijakan ekonomi yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah sejak September 2015 lalu, untuk mendukung iklim investasi di Indonesia, rupanya masih belum bisa meyakinkan para investor.

Beberapa investor yang hengkang kebanyakan berasal dari pengusaha dan perusahaan Jepang, data dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengatakan jika 10 perusahaan sudah mengambil keputusan untuk   berhenti produksi, sementara Asosiasi Pengusaha Indonesia mengatakan jika 23 perusahaan sudah menghentikan produksinya. 

Sementara itu hampir separuh perusahaan yang berada di Batam akan ikut keluar dari investasi Indonesia, kebanyakan berasal dari pengusaha Elektronik dan kendaraan.

Kondisi ini menjadikan Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra ikut bersuara.

“Sebagai Dubes, kami diwanti-wanti terus agar dorong investor ke RI, jika yang sudah invest hengkang ini gile dan = boong,” tulisnya melalui akun @YusronIhza_Mhd

Ada yang menyinggung terkait dengan keberadaan Kereta Api Cepat, namun Yusron masih sangsi.

” mungkin tidak ada kaitan langsung dengan KA cepat. Tapi etika bisnis kita memang jadi sorotan, termasuk juga dengan manajemen dan kelakuan aparat,” lanjutnya.

Perilaku aparat yang tidak ikut mendukung etika bisnis yang baik menurut Yusron akan membuat kriminalitas meningkat.

“Ya perilaku aparat dorong produksi biaya tinggi, kita makin tidak kompetitif, jika hengkang maka pengangguran, garong dan lain-lain akan naik,” pungkasnya.

(Jall)

 

loading...