PB, Jakarta – Perseteruan antara warga Kalijodo dan Ahok terkait dengan penggusuran dimanfaatkan berbagai kalangan untuk menarik simpatik.

Tidak terkecuali dengan Ahmad Dhani seusai di usung oleh PKB sebagai cagub Jakarta, Farhat Abbas juga ikutan muncul di tengah-tengah warga.

Namun kedatangan mereka sepertinya tidak terlalu menarik perhatian, karena meruncingnya masalah antara pihak keamanan dan pengacara serta warga Kalijodo.

Bahkan pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian mulai menuai kecaman, dengan tuduhan dari pengacara, Razman Arif Nasution, terkait Polisi mengambil uang dan miras di salah satu Kafe.

Tuduhan ini tidak bisa dianggap sepele, karena sudah menjadi santapan masyarakat ketika di blow up oleh beberapa media, baik online maupun cetak.

Namun Darwis Sibua salah satu tokoh pemuda Maluku Utara mempertanyakan sikap Ahok yang justru terlihat tenang dengan kondisi di lapangan.

” Pihak keamanan (polisi) merasa menjalankan perintah atasan karena sesuai dengan undang-undang, sementara Razman yang merasa di dukung oleh warga juga meluapkan emosinya sesuai dengan tuntutan profesinya menjaga kliennya,” ujar Darwis.

Namun justru yang menjadi pertanyaan menurut Darwis dimanakah posisi Ahok sendiri ketika perseteruan semakin meluas.

Ahok diperkirakan oleh Darwis, justru semakin senang, dikarenakan kasus Sumber Waras yang ditengarai adanya keterlibatan Ahok, sesuai dengan laporan dari BPK, justru semakin tenggelam dari hingar bingar pemberitaan.

” Masyarakat jangan terpancing dengan kondisi Kalijodo, yang semakin dilebarkan oleh media dengan mempertemukan Krishna Mukti versus Razman,” ujarnya.

Karenanya Darwis berharap masyarakat tidak usah ikutan menjadi penilai antara Direskrimum Polda Metro Jaya, Krishna dan pengacara Razman.

Darwis menganjurkan justru masyarakat harus mendesak KPK agar segera memanggil Ahok untuk menjalani pemeriksaan, ” Ahok ingin memancing di air keruh dalam kasus Kalijodo, agar masalah Sumber Waras diam,” ujar Darwis.

Darwis mengingatkan bagaimana kader PDIP DWP yang tertangkap tangan terkait kasus suap, yang ditengarai juga menyeret beberapa politikus di DPR RI.

Akhirnya menghilang dari pemberitaan, ” Banyaknya kasus kriminal murni seperti pembunuhan dengan kopi sianida, yang di tayangkan secara terus menerus, mengakibatkan kasus DWP, hilang bagai ditelan bumi,” ucap Darwis.

Dan menurut Darwis bukan tidak mungkin kasus Kalijodo akan semakin dibesar-besarkan hingga kasus Sumber Waras yang sudah membuat Ahok ketakutan akan menghilang.

(Jall)

loading...