PB-Jakarta : PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengutarakan, sudah banyak pelaku pasar (investor) yang ingin memiliki indeks LQ-45 Futures. Namun, keinginan itu masih terhambat, dimana hanya 8 Anggota Bursa (AB) yang menyatakan kesiapannya, sedangkan 90 AB lainnya masih belum memiliki infrastruktur yang memadai.

Hal tersebut seperti dikemukakan oleh Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Alpino Kianjaya.

“Banyak investor yang sudah menanyakan transaksi indeks LQ-45 Futures. Namun, belum semua AB yang bisa memfasilitasi,” imbuhnya.

Produk derivatif berjangka ini (indeks LQ-45 Futures), bisa didapatkan oleh PT RHB Securities Indonesia, PT Trimegah Securities Tbk (TRIM), PT Universal Broker Indonesia, PT Valbury Asia Securities, PT Henan Putihrai Securities, PT Pacific 2000 Securities, PT Nicco Securities Indonesia, dan Binaartha Prama.

“Produk ini tergantung pada AB yang saat ini menjadi pionir. Ini yang diharapkan dari keberhasilan,” paparnya.

Ia pun mengharapkan, AB yang belum mempunyai sarana dan prasarana .dalam melayani perdagangan produk yang menjadi sarana lindung nilai (hedging) portofolio investasi, bisa mengarah ke sana.

“Dalam waktu dekat akan ada PT Sinarmas Sekuritas, PT Panin Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas akan menjadi penyedia likuiditas,” sebut Alpino.

BEI resmi mengaktifkan kembali produk derivatif Kontrak Berjangka Indeks Efek (KBIE) LQ-45 Futures. Dengan diaktifkannya kembali produk ini diharapkan bisa membantu pelaku pasar (investor) sebagai sarana lindung nilai (hedging).

Sebelumnya, Alpino Kinanjaya pernah mengatakan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus dinamis mendorong bursa untuk terus menciptakan banyak inovasi dan inisiatif bagi kemajuan pasar modal Indonesia ke depannya. (Rm/end/fu)

loading...