PB, Jakarta – Sebagian besar penghuni dunia malam Kalijodo memang berasal dari luar Kota Jakarta, dan terbanyak dari Propinsi Jawa Barat.

Salah satu terminal yang melayani pelayanan penumpang Bus antar kota, Kampung Rambutan, mengalami jumlah penurunan penumpang, yang cukup signifikan.

Entah benar atau tidak, namun hal ini dirasakan oleh para calo resmi dari pemilik Perusahaan Otobus (PO).

Menurut Agus yang juga kondektur dari Perum Damri yang melayani rute Bus Jakarta – Cilacap, jika saat ini jumlah penumpang menurun.

” Sepi mas, sejak kalijodo mulai berhenti aktifitas kondisi di terminal sepi dari penumpang,” ujar Agus.

Menurut salah satu rekan Agus dari PO lain, jika saat ini penumpang yang menuju ke jalur selatan sudah menurun cukup jauh.

” Ada pembatasan waktu untuk tiap Bus yang menunggu penumpang, tapi kali ini kami tidak ikuti, karena untuk memenuhi jumlah 30 saja sudah sulit,” ujarnya.

Akibatnya jumlah penumpang dibatasi hanya 20 kursi saja, itupun kondektur bahkan terkadang supir Bus juga ikut turun merayu penumpang.

Dari jumlah penumpang yang terdata di Kantor Dishub Terminal Kampung Rambutan, sejak Jumat (19/2) hingga Minggu (21/2) jumlah penumpang hanya ada pada kisaran 1.000 yang keluar dari terminal.

Bahkan dari pantauan pembawaberita.com jika biasanya pada putaran Pasar Rebo selalu saja macet karena banyaknya penumpang yang naik, kali ini lancar.

Namun Bus yang biasanya ngetem karena berebut penumpang, kali ini harus bergegas pergi karena tidak di ijinkan berlama-lama oleh Polisi yang berjaga.

Menurut salah satu staff kantor Dishub Terminal, kondisi penurunan penumpang sudah terjadi sejak pertengahan Januari.

Terkait dengan ucapan calo PO, penurunan akibat ditutupnya Kalijodo, dirinya tidak bisa membenarkan, ” mereka di lapangan, mereka lebih tahu kondisi PO mereka,” ujarnya, sambil minta ijin karena ada yg harus diselesaikan.

(Jall)

loading...