PB-PURWOREJO  : Rangkaian kegiatan tasyakuran, menempati gedung baru mapolres Purworejo pada sabtu 20 februari 2016 malam, menyelenggarakan pagelaran wayang kulit  semalam suntuk, bertempat dihalaman mapolres Purworejo.

Acara tersebut dihadiri oleh: Bupati Purworejo yang baru dilantik Agus Bastian SE,MM, Para pejabat utama polres Purworejo, Forpimda kabupaten Purworejo dan ibu, para kepala dinas/ Instasi kabupaten Purworejo, para direktur perusahaan diwilayah kabupaten Purworejo, para kyai, alim ulama, tokoh agama , tokoh masyarakat kabupaten Purworejo, dan warga masyarakat Purworejo.

IMG-20160221-WA0001Dalam sambutannya Kapolres Purworejo AKBP Theresia Arsida Septiana SH , mengucapkan terima kasih kepada para undangan dapat meluangkan waktunya untuk menghadiri acara ini, khususnya kepada bupati Purworejo dan ibu, keluarga besar Polres Purworejo, menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan dan do’anya sehingga pembangunan gedung mapolres Purworejo dapat dilaksanakan dengan lancar dan sesuai dengan waktu yang ditentukan, mudah-mudahan dengan fasilitas yang diterima , dapat membawa keberkahan guna memberikan pelayanan prima dan maksimal kepada masyarakat kabupaten Purworejo.

Nguri-uri “Budhoyo Jowo” Pementasan wayang kulit ini dimaksudkan sebagai pelestarian kebudayaan tradisional, yang keberadaanya saat ini sudah mulai terpinggirkan akibat tergilas oleh masuknya budaya asing, yang sudah banyak memberikan virus negatif kepada generasi muda, oleh sebab itu budaya tradisional sudah waktunya ditumbuh kembangkan dan dilestarikan keberadaanya. seperti diungkapkan bupati purworejo Agus Bastian dalam sambutannya.

IMG-20160221-WA0002Pada acara puncak Pagelaran wayang kulit,dengan cerita Wahyu Katentreman yang dipentaskan oleh ki dalang Sunarpo guno Prayitno, dari kecamatan Grabag kabupaten Purworejo, ” cerita ini dikemas dengan baik sekali oleh kidalang, dengan petuah-petuah, dan sindiran kepada para pejabat kabupaten Purworejo, serta ikut melibatkan para pejabat Purworejo terutama bupati Purworejo, untuk berinteraksi dengan ki dalang dan diselingi banyolan -banyolan yang membuat penonton enggan meninggalkan tempat pementasan itu.(Rasikun)

loading...