PB-PURWOREJO – Keberadaan kandang ayam milik Marsudi, Sekretaris Desa Pundensari, Kecamatan Purwodadi diprotes warga. Pasalnya, kandang ayam yang terletak di Dusun Ngabean RT 01 RW 02 itu berada ditengah pemukiman warga. Akibatnya bau yang sangat menyengat dari kotoran ayam itu membuat warga harus menutup semua pintu dan jendelannya.

“Bahkan banyak warga yang melintas didekat kandang itu sampai muntah-muntah,” kata Riyadi yang rumahnya persis didepan kandang ayam itu saat ditemui Senin (22/2/2016). Dituturkan Riyadi, kandang tersebut berada di tanah milik Reso Winoto yang tak lain orang tua Marsudi. Sejak berdiri sekitar satu tahun lalu tidak pernah memiliki ijin. Baik ijin lingkungan maupun dari dinas terkait.

“Sudah beberapa kali warga protes namun Marsudi tetap nekad memelihara ayam hingga lima kali penen. Padahal kepada warga dia omongnya hanya sekali panen sehingga warga marah,” ucapnya.

Kata Riyadi, selain protes, warga juga pernah melaporkan ke Kepala Desa namun tidak ada tanggapan bahkan Marsudi balik mengancam akan memenjarakan warga jika berani melporkan ke dinas terkait. “Tapi lantaran sudah tidak kuat dengan kondisi seperti itu dan takut berdampak pada kesehatan warga, akhirnya kami nekad melaporkan permasalahan ini ke kecamatan, Polsek, Koramil dan Sat Pol PP Purworejo,” paparnya.

Selain melapor warga juga meminta agar kandang ayam itu dibongkar dan melarang aktivitas pemeliharaan ayam di tengah pemukiman.

Sementara itu kepala Desa Pundensari, Sumarman mengakui keberadaan kandang ayam milik Marsudi tidak memilik ijin. “Marsudi hanya pernah bercerita akan membuat kandang ayam, tapi tidak pernah minta ijin kepada saya atau lingkungan,” kata Sumarman.

Menurut Sumarman, semenjak dilaporkan oleh warga Marsudi sudah membuat surat pernyataan yang intinya tidak akan memelihara ayam lagi. “Namun demikan warga sudah membuat surat protes yang ditanda tangani 23 orang yang isinya selain tidak memelhara ayam warga juga menghendaki agar bekas kandang harus dibongkar karena takut kandang tersebut akan digunakan untuk memelihara ayam lagi,” pungkas Sumarman.

Menurut penuturan sejumlah warga, selama ini Marsudi terkenal sebagai Sekdes yang arogan dan mau menang sendiri. Akibat sikapnya itu Marsudi kerap berselisih dengan warga. Selain itu Marsudi juga jarang masuk kantor dan lebih memilih mengurusi usaha peternakan ayam yang berada di beberapa tempat di luar desa. (WARDOYO)

loading...