PB-Jakarta : Pemerintah terus mengupayakan suku bunga kredit perbankan agar dapat berada di bawah 10%. Berbanding terbalik, langkah tersebut justru bisa berdampak negatif terhadap kondisi pasar modal Indonesia.

Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia, Edward P Lubis mengungkapkan bahwa, sejak wacana itu sering diperbincangkan, sampai pembatasan net interest margin (NIM), ada aksi jual yang dilakukan investor mencapai sekitar US$5 miliar.

“Dalam beberapa hari saja, dana investor sudah kabur US$5 miliar. Itu akibat dari salah quote atau bagaimana,” kata dia, Rabu.

pr-pembicara-edward-p-lubis

Edward P Lubis

Edward pun mengharapkan, setelah kejadian tersebut pemerintah harus lebih berhati-hati ketika mengumumkan sesuatu ke media massa lantaran, pemberitaan di media massa merupakan struktur yang sangat fatal.

Kendati demikian, sektor perbankan merupakan salah satu pendorong bursa saham untuk bergerak. “Cuma ada isu intervensi dari pemerintah, hal itu langsung menyelimuti angin negatif bagi kinerja pasar modal,” jelasnya.

Adapun porsi saham perbankan di pasar modal sendiri mencapai 25% dari total kapitalisasi. Ia menegaskan, data itu sangat valid, karena sebagian besar manajer investasi menempatkan dananya di saham perbankan yang ada di bursa.

“Manajer investasi harus mengawasi upaya pemerintah dalam menurunkan suku bunga kredit. Saya harap ini bisa diserahkan ke mekanisme pasar. Agar investor bisa lebih percaya, bahwa pasar masih kredibel,” pungkas Edward. (Rm/Iqp/end/fu)

loading...