PB, Solo – East Asia Hydrographic Commission (EAHC) merupakan organisasi hidrografi di kawasan Asia Timur yang merupakan kepanjangan tangan dan bekerja di bawah naungan International Hydrographic Organization (IHO).

Untuk mencapai tujuan tersebut, diadakan beberapa pertemuan, yang salah satunya adalah pertemuan East Asia Hydrographic Commission Steering Committee (EAHC SC) 2016 di Hotel The Royal Surakarta Heritage, Solo, Jawa Tengah.

Dalam pertemuan IMG-20160223-WA003(1)tersebut terdapat tiga agenda kegiatan, yaitu: Training, Reseach and Development Centre (TRDC) Progress, Malaca and Singapore Strait Electronic Navigatonal Chart (MSS ENC), dan EAHC Steering Committee.

Rencananya kegiatan tersebut akan ditutup oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Muda TNI Arie H. Sembiring, Rabu (24/2).

Pertemuan itu bertujuan untuk meningkatkan kontribusi masing-masing negara anggota EAHC dalam meraih tujuan organisasi di lingkungan EAHC, serta meningkatkan kerja sama dalam bentuk transfer ilmu pengetahuan dan teknologi berupa pelatihan dan kerjasama strategis lain di bidang hidrografi.

Hadir dalam kegiatan EAHC tersebut para delegasi dari beberapa Negara di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, China, Vietnam, Korea Selatan, Brunei Darussalam dan Jepang, serta Indonesia yang bertindak selaku tuan rumah.

Sesi pertama diselenggarakan pada tanggal 22-23 Februari 2016, membahas program dan progress TRDC, khususnya perkembangan pelatihan dan transfer of technology serta kebijakan di bidang pelatihan dan peningkatan pembangunan kapasitas SDM pada masing-masing Negara anggota EAHC di bidang hidrografi.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Chairman of TRDC Board of Director (BoD) EAHC Mr. Jamie Chen dari Singapura di Hotel The Royal Surakarta Heritage, Solo. Senin (22/2).

Sementara Opening Remark disampaikan oleh Kepala Dinas Hidro-Oseanografi TNI AL (Kadishidros) Laksamana Pertama TNI Daryanto.

Pada hari pertama dilaksanakan paparan oleh masing-masing negara peserta. Delegasi Indonesia mendapat kesempatan pertama, yang memaparkan tentang Seabed Classiffication and MBES Survey yang dipaparkan oleh Kolonel Laut (P) Dyan Primana Sobarudin, kemudian dilanjutkan oleh delegasi Jepang dengan Tsunami Inundation Mapping Workshop, Maritime Spatial Database Infrastructur (MSDI) dari delegasi Cina, Capacity Building Programme dari delegasi Korsel, dan ditutup dengan Syllabus Module for TALOS for HS oleh delegasi Malaysia.

Sesi kedua diselenggarakan pada tanggal 23 Februari 2016 yang akan membahas tentang Malaca and Singapore Strait Electronic Navigatonal Chart (MSS ENC).

“Pertemuan ini akan membahas progress pemetaan MSS fase pertama yang telah berjalan sejak tahun 2015 dan rencana pelaksanaan pada fase kedua antara Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Jepang,”menurut Kadispenal Laksamana Pertama TNI M Zainudin kepada Pembawaberita.com. (Kamal)

loading...