PB, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo seharusnya menanyakan dulu kepada masyarakat Aceh, terkait dengan para pimpinan Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang memberlakukan pengenakan jilbab untuk wanita muslim.

Paling tidak melakukan poling agar mengetahui kebijaksanaan itu telah melanggar tata cara kehidupan mereka di Aceh atau tidak.

Aceh menerapkan syariat Islam dalam kehidupan pemerintahan mereka kepada masyarakatnya, termasuk didalamnya bagi wanita Aceh yang beragama muslim untuk mengenakan jilbab.

Dengan alasan melanggar HAM, Tjahjo Kumolo yang berasal dari PDIP, dan merasa berkuasa dengan jabatan Menterinya, berusaha untuk menghilangkan jati diri Aceh secara pelan.

Namun simak apa yang dikatakan seorang warga Aceh yang menganut agama Budha, Wiswadas, terkait dengan penerapan syariat Islam di tanah Aceh. (Dikutip dari khabarpopuler.com)

Menurut Wiswadas, efek dari penerapan syariat Islam di Aceh, dirinya justru merasa sebagai pemeluk agama lain justru merasa lebih aman.

” Kalau syariat Islam itu benar ditegakkan, maka kita tidak akan takut meninggalkan barang-barang berharga kita di depan umum,” ujarnya.

Wiswadas menambahkan, ” efek dari pelaksanaan syariat Islam bisa memberikan keteduhan, perlindungan dan keamanan bagi umat non islam itu sendiri,” ujarnya mantap.

Wiswadas sangat bersyukur dengan penerapan syariat Islam di Aceh, yang justru melihat dengan penerapan ini gesekan antara umat Muslim dan umat Non Muslim lainnya, tidak pernah terjadi sama sekali.

(Jall)

loading...