PB, Jakarta – Sikap manja yang ditunjukkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Tranmigrasi Indonesia, Marwan Jafar yang tertinggal penerbangan Garuda, menuai kritik bahkan oleh sesama rekannya dari kementerian.

Adalah Pramono Anung, selaku Sekretaris Kabinet menyindir Marwan Jafar yang dianggapnya kekanak-kanakan, akibat meminta agar Dirut PT. Garuda di ganti.

” Hari gini koq masih ada pejabat yang minta dilayani berlebihan, sudah gak jamannya, kalau terlambat ya ditinggal, #Garudaku,” tulis Pramono melalui akunnya @pramonoanung.

Rupanya cuitan Pramono tidak diterima baik oleh Marwan, dan langsung membalasnya.

” Hari gini kok baca berita masih setengah-setengah, yo dibaca baik-baik beritanya, baru komentar, senengane ngono kui ,” balas @marwan_jafar.

Seperti diketahui, Marwan harus berangkat ke Jogjakarta untuk menghadiri seminar, menurutnya, keterlambatannya bukan menjadi masalah, atas permintaan mengganti Dirut PT. Garuda

Namun persoalan delay yang harus dialaminya hingga 1,5 jam lebih, dan lagi menurut Marwan, Garuda selama ini selalu merugi namun ditutup-tutupi oleh negara, dan inilah alasannya meminta Menteri BUMN Rini agar mencopot Dirut Garuda.

Pihak Garuda sendiri sudah memberikan jawaban atas keberangkatan persoalan yang di alami oleh Marwan, karena alasan profesionalisme, maka Garuda terpaksa meninggalkan Marwan, yang terlambat.

Terkait dengan delay selama 1,5 jam pesawat yang seharusnya ditumpangi Marwan berikutnya mengalami kerusakan mesin, dan akibatnya terjadi delay selama 1,5 jam.

Rupanya balas pantun keduanya, juga ikut melibatkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ” @IndonesiaGaruda Menteri desa kemarin kembali ke jakarta bareng saya. Kami berdua tidak telat & terbang dengan gembira. Trims Garuda,” tulis @ganjarpranowo dan di balas oleh Marwan dengan “pasrah” dengan menulis, ” Nggih mas” 

(Jall)

loading...