PB, Jakarta – Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI A. Taufiq R., menerima kunjungan kehormatan Gubernur Akademi Angkatan Laut Thailand (Dekan Akademik Royal Thai Navy Academy) Laksamana Muda Massabhand Thavaramara di Markas Komando (Mako) Koarmabar, Jakarta Pusat, Kamis (25/2).

Dalam sambutannya, Pangarmabar antara lain mengatakan bahwa sebagai negara berkembang di kawasan Asia Tenggara, Thailand dan Indonesia memiliki kesamaan visi maritim, letak geografis yang strategis, wisata laut yang indah dan kekayaan laut yang melimpah.

Kesemuanya itu merupakan modal dasar dalam mengembangkan pembangunan nasional negara masing-masing. Kerjasama militer kedua negara yang telah terjalin saat ini merupakan salah satu bentuk persaudaraan yang harus selalu dijaga dan ditingkatkan di masa yang akan datang. Kerja sama yang telah terjalin selama ini di antaranya latihan bersama, pertukaran sekolah pendidikan perwira dan kerja sama militer lainnya.

Pada kesempatan tersebut Pangarmabar juga mengatakan, beberapa waktu lalu telah mengirimkan delegasi dan bergabung dengan 27 negara lainnya pada acara Final Planning Conference (FPC) Latihan Bersama Komodo ke-2 tanggal 16-17 Februari 2016 di Padang, Sumatera Barat. Berkaitan dengan hal itu pada April mendatang.

Pangarmabar mengharapkan delegasi Thailand dapat menghadirkan kapal perangnya untuk bergabung dalam latihan dan parade kapal. Sementara itu Kasal Thailand juga akan hadir dan berpartisipasi dalam Western Pacific Naval Syimposium (WPNS) ke 15.

Menurut Pangarmabar, menghadapi lingkungan strategis yang kompleks dan dinamis saat ini, kerja sama adalah kunci. Kerja sama bilateral dan multilateral merupakan satu persyaratan untuk memastikan stabilitas keamaan regional. Sebagai penjaga lautan, Koarmabar memiliki komitmen untuk menjamin keselamatan dan keamanan perairan wilayah barat kepulaun, yang mana memiliki peran penting terhadap stabilitas kawasan ini.

Sebagai perwujudan dari komitmen tersebut, Koarmabar saat ini memilik Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) yang bertugas menindak semua pelanggaran di laut khususnya Selat Malaka dan Singapura. Sistem tersebut dapat memberikan hasil yang positif, dengan tingkat kejahatan yang menurun drastis sampai mendekati titik nol. Hal tersebut telah diakui dan diapresiasi oleh negara-negara lain.

Turut mendampingi Pangarmabar antara lain, Aspers Pangarmabar, Aslog Pangarambar, Kadisharkaparmabar, Kadiskomlekarmabar dan Komandan Satfib Koarmabar. Sementara dari delegasi Thailand juga hadir Komandan Kapal HTMS Krabi (551), Komandan Kapal HTMS Kraburi (457) dan Komandan Kapal HTMS Naresuan (421).
(Kamal/Dispenarmabar)

loading...