PB-Jakarta : Kasus penipuan dengan modus penawaran Rusanawa Jatinegara Barat terjadi. Dalam keterangannya kepada Pembawaberita, RS (45) salah satu korban penipuan tersebut memaparkan kronologis kasus penipuan yang menimpanya

Kejadian bermula saat salah satu teman korban berinisial Rn, menawarkan kepada RS Rusanawa yang berada di Jatinegara Barat dengan harga perunit 8.500.000 dan komisi 700 ribu. RS tertarik menawarkan Rusunawa tersebut, dan Rn pun memberikan no hp berinisial Win. setelah dihubungi via telepon, Win dengan cepat menelepon RD dan mengatakan bahwa dia punya channel di Dinas Perumahan, serta mendapat jatah 10%  dari jatah yang ada, serta meyakinkan korban bahwa itu resmi bahkan Ahok pun sudah tau.

Saat korban menanyakan syarat untuk mendapatkan rumah tersebut, Win mengatakan bahwa syaratnya cukup  berupa : KTP, KK, Surat Keterangan RT/RW yang menyatakan belum mempunyai rumah, Surat Nikah serta biaya administrasi sebesar 8.500.000 rupiah.

Penempatan rusanawa diperkirakan tanggal 15 Oktober 2015. Win mengatakan bahwa proses bisa cepat karena ada orang dalam yang bernama Pramono, dan apabila cancel maka uang akan dikembalikan 100%. Kembali Win meyakinkan korban bahwa ia tidak menipu serta memberikan alamat rumahnya dan mereka bisa datang kerumahnya apabila dia menipu.

Korban kemudian menyampaikan hal tersebut ke rekan-rekan terdekat dan kemudian juga tertarik untuk mendapatkan penawaran rusunawa tersebut. Korban kemudian mendatangi ke rumah Win untuk menyerahkan uang administrasi termasuk uang adminstrasi yang diberikan rekan-rekan korban dan sebagian ditransfer.

Pada waktu yang telah dijanjikan, diinformasikan bahwa jadwal penempatan diundur dan memberikan list masing-masing yang akan menempati rusunawa tersebut.

Bulan November 2015, korban mencium gelagat yang tidak enak, karena Win tidak dapat dihubungi, maka korban mendatangi rumah Win, dan Win mengajak RS (korban) mendatangi Pramono yang beralamat di Tanjung Lekong Bidara Cina Jatinegara,  pada tanggal 1/2/2016. Pada pertemuan tersebut, Pramono berjanji akan mengembalikan uang bagi yang akan mundur atau tidak jadi memesan rusunawa tersebut pada tanggal 15 Februari, serta menjanjikan akan menyerahkan kunci rusunawa tersebut pada tanggal 22-29 Februari 2016. Namun hingga waktu yang telah ditentukan Win dan Pramono tidak dapat dihubungi, dan tidak berada di rumah yang ditinggali tersebut.

Belakangan RS mengetahui bahwa ada sekitar ratusan korban yang telah ditipu atas kejadian tersebut, sehingga RS melaporkan kejadiannya ke Polda Metro Jaya pada hari Kamis 25/2/2016 (Hefrizal)

loading...