PB, Jakarta – Akun milik mantan Menteri Komunikasi baru saja menghadapi sebuah akun yang merasa jika cuitannya terkait dengan sebuah Hadist dari Nabi Muhammad SAW terkait dengan keberadaan homoseksual.

Dalam tweetnya @tifsembiring mengemukakan jika dalam hadist tersebut menyebutkan jika menemui pelaku homoseksual ataupun manusia yang menyetubuhi hewan kesemuanya harus di bunuh.

Akibatnya @tifsembiring dianggap melanggar peraturan terkait dengan edaran Kapolri soal ujaran kebencian atau dikenak dengan hate speech, dan akan dilaporkan ke polisi.

Dalam perjalanan kasus yang melibatkan para pelaku homoseksual ataupun lesbian, belum pernah sekalipun pernah ditemukan adanya kasus yang melibatkan pembunuhan yang dilakukan oleh ormas atau berdasarkan hadist tersebut.

Seperti kasus yang mengancam para penyanyi jalanan yang harus kehilangan nyawa akibat perilaku seorang preman yang dikenal sebagai Robot Gedek, para korbannya yang masih anak-anak kebanyakan dibunuh.

Masih segar dalam ingatan kita, ketika Very Idam Heyansyah alias Ryan Jombang, yang melakukan pembunuhan terhadap 11 orang pasangan homonya.

Kemudian ada Andri (25) penghuni kontrakan di daerah Bekasi yang menghabisi Irman (25) pasangan sejenisnya pada tanggal 23 Oktober 2015.

Ada pemuda asal Kediri, Mujianto (29) yang mengaku telah membunuh 15 pria yang sebelumnya di bius lalu disodomi, Mujianto tertangkap di rumah majikannya yang juga ternyata pasangan homonya di Nganjuk Jawa Timur.

Pada tahun 2013 lalu, Kota Kediri dikejutkan oleh dua pria gay, saling tikam dikarenakan cekcok akibat cemburu, dan pemuda berinisial P (20) mengalami luka akibat robek di bagian perut oleh tikaman F (15) pelajar pria yang cemburu.

Dan ini Ryan Bella asal Riau pada tahun 2014, yang ketakutan akibat diancam oleh Rudianto (23) mahasiswa Batam yang baru saja lulus. Rudianto mengajak Ryan bercinta, dan mengancam akan membongkar perilaku Ryan yang menjadi gay ke keluarganya, akibatnya Ryan yang ketakutan jika kedoknya terbongkar tidak mau mengikuti kemauan Rudianto untuk bercinta lalu membunuhnya.

” Walaupun Hadist itu ada yang membenarkan ataupun membantahnya terkait sahih tidaknya, namun perilaku seksual LGBT tidak bisa dibenarkan, apalagi harus dilindungi secara hukum perilaku mereka, karena telah jelas, dokter mengkategorikan mereka memiliki penyakit kejiwaan,” ujar Heikal Safar Ketua Umum Nusantara Center.

(Jall)

loading...