PB, Jakarta – Bukan Basuki Tjahaja Purnama, Alias Ahok namanya kalau soal berkelit atau istilahnya “ngeles” dari sebuah masalah yang hampir mengenai dirinya.

Hampir setiap kejadian yang berdampak ataupun dirinya terlibat, sudah dipastikan selalu saja jurus berkelitnya keluar melalui mulutnya.

“Silahkan telusuri berita kejadian banjir di Jakarta, karena berulang kali terjadi, akhirnya Ahok memohon kepada pembaca agar mempercayai ucapannya, jika kejadian banjir akibat ada yang ingin mensabotase (ikut Pilkada), agar tetap terjadi banjir,” ujar Heikal Safar Geram.

Bahkan Ahok menyalahkan dan menuduh PLN sengaja mematikan listrik pompa iar ketika banjir menggenangi istana, beberapa waktu lalu, akibatnya beberapa tokoh Nasional, termasuk Tantowi Yahya, langsung bereaksi atas sikap Ahok yang dianggap mau menang sendiri.

Bahkan kejadian beberapa waktu lalu ketika warga Jakarta terkena Demam Berdarah Dengue (DBD), Ahok dengan lantang menyalahkan Kota Bekasi, dengan mengatakan Nyamuk pembawa penyakit berasal dari Bekasi.

Sementara dari jumlah penderita ternyata warga Jakarta yang terkena DBD jumlahnya lebih banyak dibandingkan jamannya Foke menjadi Gubernur ataupun Sutiyoso.

Belum lagi kesalahan-kesalahan yang sering ditumpahkan kepada bawahannya tanpa memilih tempat, apakah ditempat ramai atau tidak.

“Ahok ingin menunjukkan sisi premannya kepada bawahannya karena merasa berkuasa untuk mengganti mereka semaunya,” ujar Heikal lanjut.

Bahkan yang paling terbaru Ahok dengan lantang dan sombongnya merasa yakin membantah jika dirinya menandatangani APBD Perubahan 2014 terkait dengan adanya anggaran UPS yang saat ini sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta.

” Kata orang Jakarta, udah salah, kenceng, belagu, pake nuduh orang lain lagi,” ujar Darwis tokoh muda Maluku Utara di Jakarta.

Dalam sidang Ahok yang awalnya menyangkal, ketika di perlihatkan tandatangannya yang menyetujui adanya anggaran untuk pengadaan UPS, langsung mengiyakan.

Menurut Darwis, Ahok seharusnya sudah tahu adanya anggaran untuk pengadaan UPS.

” Pasti bohong, kalau Ahok tidak baca atau mendapat keterangan dari bawahannya terkait dengan anggaran UPS dalam APBD yang dia tanda tangani,” ujar Darwis merasa keheranan.

Bahkan Darwis memperkirakan hanya karena memang sifat Ahok yang sombong dan angkuh serta berbuat sesuka hati, akibatnya selalu saja pintar berkelit.

” Ahok yang lama itu cuma ngomongnya, mikirnya tidak, makanya ketika ditanyakan soal tanda tangan oleh gakin langsung nyambar gak mau mengaku,” ujar Darwis tertawa.

Bahkan ketika ditanyakan, Ahok menyangkal dan membantah jika dirinya sengaja ataupun lalai karena tidak memeriksa terlebih dahulu.

Persoalan Sumber Waras menurut Darwis, besar kemungkinan Ahok lebih banyak berdiam dan tidak mau ditanyakan, dikarenakan adanya keterlibatan istrinya, Veronica Tan, yang pernah heboh akibat memimpin sebuah rapat dengan SKPD bersama adik Ahok.

Namun Ahok tetap saja Ahok, BPK sebagai salah satu lembaga negara yang dipercayai untuk melakukan audit keuangan daerah, juga masih dianggap salah dan dikambinghitamkan oleh Ahok.

Darwis sendiri merasa heran ketika Ahok juga mengeluarkan hasil versi audit dan penyidikan sendiri soal Sumber Waras, yang isinya membantah semua hasil penyidikan BPK.

Dan hasil audit Ahok bahkan langsung dibagikan kepada “pasukannya” untuk disebarluaskan agar bisa menjadi bagian dari sebuah hasil audit yang dianggap juga sah seperti milik BPK yang diserahkan ke KPK.

(Jall)

loading...