PB, Makassar – Kelompok LGBT rupanya mulai menuai mendapat serangan secara keras tanpa memberikan toleransi lagi.

Jika sebelumnya, keinginan para kelompok yang dianggap memiliki gangguan kejiwaan oleh Pakar kejiwaan Dr, Fidiansyah di acara ILC, mendapatkan serangan dari para pemuka Agama, dikarenakan LGBT ingin mendapatkan pengakuan secara tertulis oleh negara.

Kali ini salah satu Universitas terkemuka di Indonesia Timur, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, mengultimatum kepada mahasiswanya, jika kedapatan berperilaku LGBT maka sanksinya bisa sampai di Drop Out (DO) dari Kampus.

” Jelas di dalam Al-Quran jika penyuka sesama jenis hukumnya Haram. Sementara UMI adalah kampus Islam, pasti kita akan ikuti aturan yang ada di dalam Al-Quran,” ujar Rektor UMI, Profesor Masrurah Mokhtar kepada rakyatku.com, Sabtu (27/2).

Namun Masrurah masih bisa memberikan kesempatan kepada si mahasiswa apabila mau berubah dengan mengikuti kegiatan program Pencerahan Kalbu di Pesantren Padang Lampe ( Padang Panjang) milik Kampus UMI.

Menurut Masrurah, jika dianggap sudah berubah dan menyadari kesalahannya, namun dikemudian hari kembali berperilaku seperti sedia kala, maka sanksinya adalah DO.

Bagaimana dengan kampus-kampus lainnya mengatasnamakan Islam ?

(Jall/sumber)

loading...