PB, Jakarta – Pertemuan antara Adhyaksa Dault (AD) dan Ridwan Kamil (RK), minggu (28/2) di Hotel Grand Melia Kuningan, Jakarta terungkap soal keduanya akan saling mendukung diantara keduanya.

Adhyaksa dengan jujur dan terbuka, mengatakan jika dirinya akan mundur dari pertarungan, jika Ridwan Kamil akan maju dan memiliki elektibitas tinggi.

Namun Adhyaksa akan tetap terlibat dalam pertarungan dengan cara memberikan dukungan penuh kepada RK yang dianggapnya telah mewakili dirinya, karena RK adalah politikus yang santun, tegas, dan berhasil memimpin Kota Bandung.

AD merasa jika seorang Ahok tidak pantas untuk di dukung, menurutnya Ahok seorang yang tidak bisa memegang janji.

Alasan AD ini terkait dengan pertemuan antara Ahok dan AD beberapa bulan silam. dalam pertemuan itu, Ahok berjanji kepada AD jika pembicaraan mereka tidak akan disebarkan keluar.

Namun apa yang terjadi, menurut Adhyaksa ucapannya yang menyinggung jika Ahok seorang muslim mak perjalanan politiknya mulus hingga ke kursi presiden akan mulus.

Justru Ahok tidak perduli dengan janjinya kepada AD, dan dalam sebuah undangan dengan masyarakat, Ahok justru menyebarkan isi pembicaraan empat mata mereka, dengan mengatakan jika Adhyaksa telah memaksanya untuk memeluk Islam.

Akibatnya AD diserang dari para netizen terkait dengan omongan Ahok yang dianggap oleh AD sudah dipelintir jauh dari maksud AD.

Menurut AD awalnya dirinya sangat bersimpati kepada Ahok, akibat tidak konsistennya Ahok dengan ucapan dan janjinya, maka menurut AD seorang Ahok tidak pantas untuk di dukung dan menjadi Gubernur.

(Jall)

loading...