PB, Jakarta – Permintaan Ahok agar pihak Polda segera mengusut banyaknya pembungkus kabel bawah tanah yang dianggapnya sebagai bagian dari sabotase yang mengakibatkan banjir, dianggap serampangan.

Keberadaan pembungkus/kulit tembaga yang berada di gorong-gorong yang ditemukan petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) DKI Jakarta ketika membersihkam got di Jalan Merdeka Selatan kawasan istana negara Jakarta Pusat, masih belum jelas asalnya.

Sementara seperti yang diketahui, perusahaan yang memiliki jaringan kabel dengan cara ditanam (utilitas) adalah PLN dan beberapa perusahaan telekomunikasi, terutama komunikasi selular, namun juga beberapa perusahaan yang menempati gedung yang memerlukan

Apakah pihak PLN atau perusahaan provider akan menjadi tersangka, hanya karena mereka yang memiliki kabel bawah tanah, jika kemudian Polisi mencocokkan dengan jenis kabel, sesuai dengan bukti tertulis pada kulit kabel yang ditemukan.

Pihak Polda Metro Jaya melalui, melalui juru bicaranya, Mohammad Iqbal, akan segera memproses laporan dari Gubernur Jakarta.

“Tidak ada masalah, baik itu pemerintah ataupun Gubernur akan kami proses, apalagi jika ada unsur pidananya,” ujar Iqbal.

Pada tahun 2014 lalu, ketika pembersihan dilakukan oleh PPSU di jalan Merdeka Timur, Kepala Sudin Pekerjaan Umum Tata Air Herning Wahyuningsih, memperkirakan jika penemuan kulit kabel itu merupakan hasil buangan dari pelaku pencuri kabel tembaga.

Karena yang diambil hanya kawat tembaganya, maka kulitnya dipastikan akan dibuang, dan tempat yang cocok dan tidak terlihat adalah saluran air.

Sementara itu seperti yang kita ketahui, jika kabel yang berada di bawah tanah tidak pernah dikupas, harus ditanam beserta dengan kulitnya.

Heikal Safar, Ketua Umum Nusantara Center, merasa ucapan Ahok terkait dengan adanya sabotase dilakukan, hingga mengakibatkan banjir, sangat tidak pantas.

“Rasanya sangat tidak mungkin seseorang ingin melakukan sabotase dengan sengaja dan bertujuan agar terjadi banjir di sekitar kawasan Istana Negara,” ujarnya.

Heikal merasa jika ucapan Ahok hanya bagian dari ketakutannya yang tidak beralasan.

“Atau bisa saja dia hanya ingin mencari sensasi agar terlihat teraniaya hingga ada yang ingin mensabotase dengan sengaja dan ditujukan untuk dirinya,” Ujar Heikal, yang merasa kesal dengan Ahok yang selalu saja menuduh orang secara serampangan.

Jikapun selama ini banyak yang melakukan bully terhadap dirinya di sosial media, namun Heikal merasa itu sesuatu yang wajar, karena Ahok sendiri dianggap sangat arogan dan seenaknya saja.

Bahkan kasus Sumber Waras yang melibatkan Ahok, memperlihatkan jika Ahok selama ini memang tidak sebersih seperti yang diucapkannya, ” Apalagi setiap kejadian buruk yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya sebagai pimpinan, justru dia carikan kambing hitam untuk disalahkan,” pungkas Heikal.

(Jall)

loading...