PB-PURWOREJO : Sabtu (27/2/2016), Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti boyongan kerumah dinas di komplek Pendopo Kutoarjo. Wakil Bupati menuju ke rumah dinas dari kediamanya di Desa Grabag, Kecamatan Grabag dengan berjalan kaki. Ritual boyongan dengan berjalan kaki diikuti oleh ribuan masyarakat.

Ritual jalan kaki dimulai sekitar pukul 07.15.WIB, diawali dengan mubeng deso (keliling Desa Grabag). Ritual ini mengandung maksud Wakil Bupati berpamitan kepada warga sekaligus mohon doa restu.

Usai keliling desa Yuli Hastuti berjalan kaki menuju Pendopo Rumas Dinas Wakil Bupati di Kutoarjo yang berjarak sekitar 12 Km. Langkahnya diikuti oleh ribuan warga yang sudah sejak pagi buta berkumpul dirumah Yuli Hastuti. Tak urung aksi jalan kaki massal ini sempat membuat arus lalu litas macet.

Sepanjang perjalanan banyak warga yang menyalami Yuli Hastuti, tak sedikit pula yang menitikan air mata. Yuli Hastuti memang tokoh masyarakat yang cukup dihormati dan disegani. Hal itu tak lepas dari pengaruh suaminya, Kelik Sumrahadi yang mantan Bupati Purworejo. Namun setelah berjalan sekitar 1 jam lebih Yuli Hastuti harus meneruskan perjalananya dengan naik andong karena staminanya mulai menurun.

Sekitar pukul 09.15 WIB Yuli Hastuti tiba di pintu gerbang timur Pendopo Rumah Dinas. Begitu memasuki pintu gerbang Yuli Hastuti mendapat kalungan bunga dari siswi SMA. Ratusan pendukung dari berbagai elemen masyarakat langsung menyalami Yuli Hastuti yang wajahnya tampak sedikit kelelahan.

Diteras pendopo, suaminya, Kelik Sumrahadi sudah siap menyambutnya. Kelik Sumrahadi tidak bisa ikut ritual jalan kaki lantaran sedang sakit dan jalanya harus dibantu kruk. Begitu dipeluk suaminya Yuli Hastuti tidak bisa menahan tangisnya.

Memasuki pendopo, Yuli Hastuti dan keluarga disambut Bupati Agus Bastian beserta istri, Setda Tri Handoyo dan pejabat lainnya. Termasuk Muh. Saebani, Ketua RT 01 RW 05, Kutoarjo dimana nantinya Yuli Hastuti akan tinggal.

Bupati Purworejo, Agus Bastian mengatakan, ritual boyongan jalan kaki itu bukan untuk mencari popularitas, melainkan sebagai ungkapan rasa syukur. Disamping itu juga merupakan bentuk budaya yang harus dilestarikan.

“Purworejo dan Kutoarjo banyak menyimpan tradisi budaya adiluhung yang perlu dilestarikan,” ujarnya. Diharapkan, setelah memasuki rumah dinas itu, Yuli Hastuti bisa menjalankan roda pemerintahan sebagai wakil bupati Purworejo secara baik dan lancar. (WARDOYO)

loading...