PB, Jakarta – Laporan dari BPK yang diserahkan ke KPK terkait dengan Sumber Waras yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gubernur DKI Jakarta, menurut mantan Staf Khusus Presiden SBY, Andi Arief, mulai menunjukkan titik terang.

Titik terang yang dimaksud oleh Andi adalah, penetapan Ahok sebagai tersangka yang selama ini di tunggu-tunggu para pendemo, agar KPK segera menangkap Ahok.

Sejak diserahkan ke KPK oleh BPK, hampir setiap hari, di sosial media, khususnya melalui hestek twitter, memaksa KPK agar mentersangkakan Ahok, selalu menjadi trending topik.

Andi sendiri tidak mau menyebutkan kapan KPK akan menetapkan Ahok, namun Andi meminta agar segera dilakukan, ” jangan sampai Ahok melarikan diri ke Singapura,” tulis Andi melalui akunnya @AndiArif_AA

Kasus pembelian lahan Sumber Waras dari hasil penelusuran BPK negara dirugikan sebesar Rp. 192 milyar, dan ditengarai jika istri Ahok Veronica Tan selaku ketua Yayasan Kanker Indonesia, terlibat, dan hal ini tidak dibantah oleh KPK.

Beberapa kabar beredar jika penetapan Ahok sebagai tersangka oleh KPK sempat terhalang karena adanya intervensi salah satu anggota KPK yang tidak menyetujui jika Ahok diseret dalam kasus Sumber Waras.

Menurut Andi satu-satunya Komisioner KPK wanita tersebut, sudah bersedia dan menyetujui untuk mengikuti kemauan anggota lainnya, terkait penetapan Ahok sebagai tersangka.

Namun Andi memperingatkan KPK agar mereka jangan sampai lengah, dikarenakan info yang didapat Andi jika Ahok sudah mempersiapkan keberangkatannya ke Singapura terkait dengan rencana penetapan.

Namun informasi ini oleh beberapa netizen masih belum mempercayai dan menanyakan kebenarannya, Andi membantah dan menyerahkan kepada pembacanya, ” Percaya boleh, ndak (tidak) juga itu hak, Tapi saya gak pernah menulis informasi murahan,” tweet Andi.

(Jall)

loading...