PB, Jakarta – Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Walikota Bandung Ridwan Kamil, sehari sebelum Ridwan Kamil memutuskan untuk tidak ikut dalam pencalonan Pilkada DKI Jakarta membuat beberapa aktivis merasa heran.

” Kenapa Presiden jadi ikut-ikutan ngurusin maju tidaknya seorang calon Gubernur Jakarta ? ” tanya Darwis Sibua, tokoh muda Maluku Utara di Jakarta.

Menurut Darwis apapun yang disampaikan oleh Jokowi kepada Ridwan Kamil, seharusnya tidak masuk mengintervensi kemauan seseorang agar mengurungkan niatnya.

” Jika sampai begitu, maka Ridwan Kamil hanya seorang yang takut dengan Presiden bukan dengan rakyat yang menginginkan dia hadir di Jakarta untuk menjegal Ahok menjadi Gubernur,” ujarnya heran atas sikap Ridwan yang dianggap hanya datang dan membuat ribut soal pilkada Jakarta.

” Jika memang dirinya merasa belum cukup untuk mengabdi di Bandung, tidak perlu sampai harus membuat pernyataan yang kemudian diliput, dan disebarluaskan,” ucap Darwis kesal.

Darwis mencontohkan ketika Ganjar Pranowo yang sempat berseloroh akan ikut calon, namun ketika ditanya wartawan langsung nenjawab tidak, ” gak perlu pake jumpa pers segala,” kata Darwis.

Presidium Nusa Ina Institute, Abdullah Kelrey mengatakan jika sebenarnya Ridwan Kamil sudah mantap ikut pilkada Jakarta, hingga pertemuan dengan Adhyaksa Dault sehari sebelumnya mengatakan ada niatan, hanya saja Ridwan Kamil masih ragu-ragu, dan keraguannya akan diumumkan keesokan harinya.

” Jika salah satu alasannya karena permintaan Jokowi, lalu ikut mempengaruhi keputusan awal, sangat disayangkan sikap Ridwan Kamil demikian, ” ujar Dullah.

Abdullah bahkan memperkirakan jika sebenarnya pertemuan yang diadakan Jokowi dengan Ridwan Kamil, ada campur tangan Ahok.

” Popularitas dan elektabilitas Ridwan Kamil tinggi, apalagi dipasangkan dengan Sandiaga Uno, saya rasa ini yang di khawatirkan Ahok, hingga presiden harus turun tangan membujuk Ridwan untuk mengurungkan niatnya,” ujar Dullah memprediksi.

Dullah mengingatkan kembali jika itu hanya dugaan, namun Dullah sangat yakin jika dugaannya tidak terlalu meleset, dikarenakan baru terjadi seorang Presiden harus ikutan ngurusin pilkada gubernur, dengan alasan jika dirinya menginginkan adanya putra terbaik disetiap daerah.

” Memangnya di Bandung hanya Ridwan Kamil yang bisa menjadi terbaik, saya rasa masih banyak lagi putra-putri daerah yang juga bisa melakukan prestasi bagus untuk memimpin Bandung atau Jawa Barat,” ujar Dullah, mencontohkan Walikota Bogor Arya Bima.

“Siapa sih yang tidak tahu kedekatan Jokowi dan Ahok selama ini, bahkan Ahok sendiri kadang meminta langsung ke Presiden untuk melarang sesuatu sesuai dengan keinginannya,” ucap Darwis, yang mencontohkan terkait dengan pengosongan kolom agama di KTP yang diusulkan pertama kali oleh Ahok.

Dullah mengingatkan, kekecewaan warga Jakarta yang sudah menaruh harapan besar kepada Ridwan, akan menjadikan langkah Ridwan tercatat dalam sejarah, jika Ridwan Kamil pernah menjadi seorang peragu hanya karena “takut” dengan Jokowi.

(Jall)

loading...