PB, Jakarta – Kasus Sumber Waras yang dianggap melibatkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok serta istrinya Veronica Tan selaku Ketua Yayasan Kanker Indonesia, ternyata harus terpinggirkan dulu.

Salah satu Komisioner KPK, Basaria Panjaitan, dengan mengatasnamakan KPK menganggap jika sampai saat ini hasil temuan yang diserahkan BPK DKI Jakarta belum mengindikasikan adanya Tindak Pidana Korupsi.

Walaupun dalam laporan yang diserahkan BPK, terdapat indikasi korupsi yang dengan jelas oleh BPK disebutkan merugikan negara sebesar, Rp. 191 Milyar.

Seakan menafikan kinerja aparat BPK yang sudah berpengalaman selama tahunan melakukan audit anggaran. KPK tetap bersikeras, melalui Basaria, jika sampai saat ini kerugian negara versi BPK belum pantas ke tahap penyidikan.

Sesuai aturan oleh KPK untuk dinaikkan menjadi penyidikan dibutuhkan dua alat bukti, ” selama itu (dua alat bukti) gak ada belum kita naikkan,” ujar Basaria, yang tidak mau menyebutkan sampai sejauh mana pengembangan kasus Sumber Waras.

“Laporan BPK selama ini selalu menjadi alat utama KPK untuk melakukan penyidikan, lihat saja kasus Hambalang, juga hasil laporan dari BPK, dan langsung menetapkan tersangkanya, ” ujar Darwis Sibua, tokoh muda Maluku Utara di Jakarta.

“Dan tentunya BPK sudah sangat hapal dengan aturan yang ada di KPK soal dua alat bukti, untuk menyeret Ahok sebagai tersangka,” ujarnya.

Menurut Darwis, kemungkinan bergantinya para anggota komisioner KPK, menjadikan mereka beda “selera” dalam menuntaskan kasus yang masuk ke KPK, apalagi kasus Sumber Waras masuknya sebelum anggota KPK sekarang dilantik, namun Darwis menekankan jika itu hanya dugaan.

“Dan tentunya BPK sudah sangat hapal dengan aturan yang ada di KPK soal dua alat bukti, untuk menyeret Ahok sebagai tersangka,” ujar Darwis heran, karena seakan laporan audit BPK, seperti laporan biasa saja.

Andi Arif, mantan staf khusus SBY, kembali menuliskan di akun twitternya terkait dengan Basaria yang menolak permintaan penyidik KPK melakukan audit forensik.

“Basaria Panjaitan tahu persis audit forensik akan membuka tabir jelas bagaimana perampokan sumber waras terjadi. Kita dukung penyidik KPK,” tulisnya.

Sementara itu kemarahan netizen atas sikap KPK dalam Sumber Waras yang menerapkan belum bisa naik ke tingkat penyidikan, di tumpahkan kepada Basaria dengan membully dan menjadi sasaran kemarahan netizen.

(Jall)

loading...