PB, Jakarta – Ketika kasus Sumber Waras oleh Komisioner KPK, Basaria Panjaitan dinyatakan belum bisa dinaikkan ke tahap penyidikan menjadi perhatian masyarakat.

Tiba-tiba KPK melakukan pengusutan korupsi pembanguna  gedung Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Para penyidik KPK langsung mendatangi gedung B, Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri.

Salah satu Wakil Ketua KPK, La Ode M. Syarif kepada wartawan membenarkan adanya penggeledahan terkait dengan pengembangan kasus.

Berita penggeledahan IPDN, rupanya menarik perhatian beberapa tokoh muda yang sedang mengejar KPK terkait dengan penetapan Ahok dalam kasus Sumber Waras.

“Kita harus fokus kepada sumber waras, soal IPDN itu hanya pendalaman kasus, jangan sampai kasus IPDN hanya pengalihan warga dari kasusnya Ahok,” ujar Abdullah Kelrey, Presidium Nusa Ina Institute, kepada pembawaberita.com

Dullah masih ingat bagaimana Ahok pernah melontarkan permintaan kepada Jokowi agar menutup IPDN, dengan alasan jika PNS lulusan dari IPDN yang ditempatkan di Pemprov Jakarta sama sekali tidak berguna, bahkan Ahok menuduh mereka hanya bisa melakukan pungutan liar.

“Ahok ingin IPDN di tutup, kok tiba-tiba KPK langsung melakukan penggeledahan, sementara kasus Sumber Waras masih di tunggu oleh masyarakat  terkait dengan audit forensiknya,” ujar Dullah kesal.

Bahkan Dullah pesimis jika berita terkait dengan kasus Sumber Waras akan terus menjadi konsumsi media, mengingat adanya kasus korupsi IPDN yang tiba-tiba muncul.

Sementara itu, para netizen sosial media twitter juga menganggap jika munculnya pendalaman kasus Korupsi IPDN, hanya akal-akalan untuk menghindari para netizen yang selalu saja berhasil menjadikan hestek terkait dengan KPK yang dianggap sengaja dan tidak mau memanggil Ahok untuk diperiksa sekaligus ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara kasus yang pernah dilaporkan ke KPK terkait dengan korupsi di IPDN oleh salah satu dosen IPDN, Inu Kencana pada tahun 2007 lalu, terkait dengan soal lahan, bantuan ternak dan pemotongan gaji praja sebesar Rp. 100 ribu.

(Jall)

loading...