PB -Kebumen – Malang benar nasib PR seorang perempuan asal desa Wanareja, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen tergeletak lunglai tak berdaya di bangsal RSUD DR Soedirman Kebumen, di lengan kirinya yang kurus kering, tertancap jarum infus dengan selang yang berwarna merah yang menandakan dia baru saja menjalani tranfusi darah, tubuh terlihat gemetar, ia merupakan korban traficking, yang mengalami penderitaan yang luar biasa, akibat tubuhnya digerogoti oleh virus HIV/ AIDS yang hingga kini belum ditemukan obatnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang pemuda asal serang diterminal bus AKAP Pakupatan ,Serang ,Banten dengan tubuh yang sudah lemas, yang kemudian mengantarkanya pulang kekampung halamannya, yang akhirnya atas bantuan keluarga korban yang difasilitasi Dinkes Kebumen membawa Ke RSUD dr Sudirman.

Rusmiyati (44) yang tidak lain adalah bibi PR tidak dapat berbuat banyak dengan apa yang menimpa keponakannya itu. Menurutnya, sejak dibawa ke Rumah sakit sejak hari Minggu (28/2) lalu, kondisi PR tak kunjung menunjukan tanda-tanda membaik. Tubuhnya yang sering panas juga membuat pihak rumah sakit sering kesulitan melakukan tranfusi darah. “Awal masuk HB darah Dahlia adalah 5,8, namun kondisi kesehatannya kayaknya menurun, sekarang HB daranya malah cuma 4,2,” katanya , Selasa (1/3).

Meski dalam kondisi sakit dan tidak dapat berkomunikasi dengan baik, menurut Rusmiyati, PR kerap mempertanyakan dimana keberadaan anaknya. Kendati demikian tidak ada satupun anggota keluarga yang mengetahui keberadaan anaknya hingga kini. Pihak keluarga juga tidak mengetahui jika ia sudah mempunyai anak, mengingat sejak tahun 1994 dia telah ke Jakarta tanpa pernah memberi kabar kepada sanak saudaranya yang ada di Kebumen.

Kondisi PR yang mengenaskan itu pun membuat Rusmiyati pasrah. Dengan sabar dia merawat dan mendampingi PR di RSUD Kebumen. Menurutnya, jika untuk merawat dia memang sanggup, namun jika untuk membiayai pengobatanya tentu saja itu diluar kemampuannya.”Kalau merawat saya sanggup, tapi kalau biaya ya tidak ada,” tuturnya terbata-bata sambil berlinangan air mata.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Medis RSUD Dr Soedirman Kebumen Y Tri Prabowo mengatakan, pihak rumah sakit akan selalu merawat siapun pasien yang datang sesuai dengan standar pelayanan yang ada. Bagi pasien yang tidak mampu membayar biaya dapat menggunakan program BPJS atau Jamkesda. “Namun untuk mengurus BPJS atau pun Jamkesda diperlukan KTP,” katanya menjelaskan kepada awak media.

Sedangkan untuk gelandangan lanjutnya, tidak akan dipungut biaya pengobatan karena ditanggung oleh pemerintah. Namun harus ada surat surat keterangan dari Disnakertransos yang menyatakan pasien tersebut adalah gelandangan. “Keluarga PR, saat ini kayaknya sedang mengurus KTP PR ini agar dia dapat menggunakan BPJS ataupun Jamkesda,” terangnya.

Seperti diberitakan,bahwa ia menjadi korban traficking saat merantau ke Jakarta sejak tahun 1994 saat ia berusia 15 tahun, menurut Tugiyo yang sempat mengorek keterangan dari PR, dalam petualangannya di dunia PSK ia sudah melanglang buana sampai ke pulau Sumatera, dan kota yang pernah disinggahi adalah Lampung Palembang, dan berakhir di daerah Cileungsi Bogor, sampai akhirnya PR tidak bisa melayani laki-laki karena sakit, dan akhirnya petualanganpun berakhir tragis dengan mengidap penyakit yang sangat terkutuk ini, tuturnya.  (Rasikun)

loading...