PB, Jakarta – Berbagai peristiwa yang terjadi di DKI Jakarta, khususnya yang bersentuhan langsung dengan pemerintahan, selalu yang menjadi korban adalah masyarakat langsung.

Berbagai kejadian yang terjadi, oleh masyarakat dianggap sebagai kesalahan dan tanggung jawab seorang pemimpin, yang memiliki kekuasaan untuk melakukan perbaikan dan mencari penyebabnya. Apalagi pemimpin yang memang di pilih langsung oleh masyarakat.

Sebagai seorang pemimpin, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok seharusnya harus bisa mengakui jika kinerja dirinya beserta bawahannya belum maksimal dalam mengelola penerintahan.

Yang terjadi malah sebaliknya, hampir setiap kejadian Ahok malah selalu menyalahkan orang lain atau sesuatu sebagai penyebabnya.

Apa yang membuat Ahok selalu saja berusaha jika dirinya adalah yang paling benar, sementara setiap yang salah adalah orang lain yang melakukannya.

Dari berbagai literatur dan sumber terkait dengan psikologi. Perilaku yang selalu dipertontonkan Ahok di berbagai media, yang gampang melemparkan dan selalu mencari atau menyalahkan orang lain, menandakan jika Ahok memiliki masalah kejiwaan.

Atau biasa disebut dengan Paranoid Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Paranoid), yang selalu ditandai dengan adanya kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap orang lain.

Mereka sering kali kasar dan mudah marah terhadap apa yang mereka anggap sebagai penghinaan.

Individu semacam ini enggan mempercayai orang lain dan cenderung menyalahkan mereka, serta menyimpan dendam meskipun bila ia sendiri juga salah.

Kehidupan diri dengan kebiasaan yang suka menyalahkan orang lain, akan menurunkan kecerdasan intelektual dan juga kecerdasan emosional.

Dampaknya, diri akan membawa sifat sombong untuk melewati realitas sehari-hari, hal ini akan menciptakan rasa sakit dan penderitaan emosional buat diri tersebut.

Akibatnya sikap suka menyalahkan orang lain adalah cerminan diri yang tidak memiliki tanggung jawab, dan mengakibatkan terus saja menghindari tanggung jawab dan selalu saja kembali menyalahkan orang lainn.

Perilaku yang suka mencari kesalahan diakibatkan oleh rendahnya kemampuan dan rasa percaya diri. Hal ini disebabkan oleh upaya untuk menutupi kelemahan dan kekurangan diri sendiri.

(Jall/sumber)

loading...