PB, Jakarta – Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI A. Taufiq R., memimpin jalannya upacara penglepasan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan VVIP Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ke 5 Tahun 2016, di tank deck KRI Banda Aceh-593 yang tengah sandar di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (2/3). KTT OKI akan berlangsung di Jakarta sejak tanggal 6-7 Maret mendatang dan diikuti 56 negara peserta OKI serta dihadiri 26 kepala negara.

Dalam amanatnya Pangarmabar antara lain mengatakan bahwa pengamanan VVIP merupakan bagian dari tugas operasi militer selain perang (OMSP) TNI yang telah diamanatkan oleh Undang-undang RI Nomor 34 Tahun 2004. Oleh karena itu profesionalisme prajurit matra laut harus benar-benar dilaksanakan sesuai dengan pembinaan dan latihan yang selama ini telah diterima. Kewaspadaan terhadap faktor ancaman yang sedang berkembang saat ini tidak bisa dianggap remeh. Sebagai contoh beberapa waktu lalu ibukota dikejutkan dengan aksi terorisme yang terjadi seketika dan telah menelan korban jiwa. Hal demikian harus mampu diantisipasi sesuai dengan sektor pengamanan yang telah diterima masing-masing prajurit.

Pada kesempatan itu Pangarmabar juga mengatakan, kewaspadaan di laut harus benar-benar ditingkatkan mengingat letak geografis ibukota negara yang berdekatan dengan Selat Sunda yang merupakan pintu masuk ALKI I menuju Laut Jawa. Perlu diperhatikan juga bahwa ancaman bukan saja datang dari daratan, namun juga bisa lewat jalur lautan. Untuk itu, penglepasan Satgas Pengamanan VVIP dalam rangka KTT OKI ke 5 tahun 2016 ini akan memiliki makna yang sangat strategis.

Pangarmabar menekankan, agar tim satgas melaksanan tugas kehormatan ini dengan rasa tanggung jawab yang tinggi, jangan ragu-ragu dalam bertindak pada situasi apapun, dengan tetap mengikuti dan melaksanakan prosedur dan aturan yang berlaku. Waspadai setiap potensi ancaman yang bisa mengganggu jalannya KTT OKI baik berupa ancaman militer maupun nonmiliter.

“Melaksanakan koordinasi secara optimal, baik antar satuan sendiri maupun unsur komando satuan atau instansi terkait lainnya dengan Kodal sesuai garis komando masing-masing. Antisipasi kemungkinan peningkatan eskalasi yang mengharuskan dilaksanakan escape bagi tamu asing dan kemungkinan terjadinya perubahan cuaca yang signifikan dengan selalu mengutamakan keselamatan personel dan material,”menurutnya.

Sebagai Kotama Operasi TNI, Koarmabar akan melaksanakan pengamanan sektor laut dengan menurunkan 1000 personel, dengan komposisi 8 KRI, 2 KAL, 2 Heli Bell, dan 3 tim Kopaska. Sektor pengamanan yang akan dilaksanakan unsur gelar meliputi Laut Jawa sampai dengan Samudera Hindia di bawah kendali operasi Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmabar. (Kamal/Dispenarmabar)

loading...