PB-Jakarta : Warga Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor merasa dirugikan atas aset tanahnya yang berpindah tangan tanpa sepengetahuan warga, kepada perusahaan properti dan warga menuding hal itu dilakukan atas campur tangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor.

Salah satu yang juga pemilik lahan Jantje Manesah Agung menuturkan, bahwa tanah yang dimilikinya seluas 63.940 dan 21.980 meter persegi belum pernah dialihkan atau diperjualbelikan kepada pihak manapun dan siapapun.

Sengketa kepemilikan tanah tersebut terjadi saat Jantje mendatangi Kantor Pertanahan di Kabupaten Bogor untuk mengambil Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT), dikarenakan dia tak kunjung mendapatkan surat tersebut. Namun sontak ia terkaget ketika mendapatkan informasi bahwa tanahnya telah berubah alih menjadi tanah negara. Dan anehnya lagi tanah tersebut dalam proses balik nama ke PT Kencana Jayaproperti Agung, seperti yang diungkapkan Jantje Mamesah Agung selaku pemilik tanah saat mengadakan konferensi pers di sebuah café di kawasan Sarinah, Jakarta, Jumat (4/3/2016).

Jantje, menuding perusahaan tersebut memperoleh lahan itu dari Amin Arsyad. Sementara Amin Arsyad diduga memperoleh lahan tersebut dengan cara ilegal dengan mengubah hak milik menjadi tanah negara dan kemudian dioperalihkan ke PT persebut.  ”Tanah kami diover alih oleh Kepala BPN, Amin Arsyad tanpa sepengetahuan kami,” tutur Jantje.

“Saya bingung karena kami sama sekali belum pernah menjual atau memindahkan hak milik kami ke siapapun termasuk ke PT Kencana Jayaproperti Agung.

Bukti bahwa tanah tersebut belum pernah beralih kepemilikan, lanjut Jantje, dapat dilihat dari hasil mediasi yang tertuang dalam berita acara gelar perkara kasus pertanahan Nomor: 03/2015 terkait dengan permasalahan 12 sertifikat hak milik nomor 30, 74, 75, 76 (605), 77 (606), 78, 79 (607), 80 (608), 81, 82, 83, 84/Nagrak An.Niko AF Mamesah Dkk terletak di Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor yang digelar pada tanggal 18 Februari 2015.

Atas kasus yang terjadi, Jantje bersama Andre dan timnya akan melaporkan Rudi Tanu Wijaya (kuasa hukum), Aris Agung (pemilik PT Kencana Jaya Properti), H.Amin Arsyad (Kepala BPN Kabupaten Bogor), Dedih Purwadi (Kasubsie Kabupaten Bogor) ke KPK mengenai ‘Laporan Tentang Penggelapan dan Dengan Melawan Hukum Memaksa Orang Lain Supaya Melakukan atau Membiarkan Sesuatu Dengan Perlakuan Tidak Menyenangkan Sebagaimana Yang Dimaksud Dalam Pasal 372 dan 335 Kitab Undang-undang Hukum Pidana’ pada Senin (8/3/2016) mendatang.(Kamal)

loading...