PB, Jakarta – Kepala Dinas Bina Marga Jakarta, Jusmada mengatakan jika saat ini proyek yang anggaran kecil akan digabungkan menjadi satu, dan dinamakan lelang konsolidasi.

Proyek-proyek dengan nilai Rp. 200 juta yang seharusnya dilakukan dengan cara penunjukan langsung, sampai dengan nilai Rp. 2 milyar digabungkan.

Dan hasil lelang dari proyek sejenis ini akan dimenangkan oleh satu perusahaan saja dengan nilai keseluruhannya minimal Rp. 5 milyar.

Heikal Safar, salah satu tokoh muda dari Partai Priboemi, marah dengan kebijakan Ahok terkait dengan cara menggabungkan proyek kecil dan dijadikan satu.

” Ahok sengaja menggabungkan proyek kecil, karena ingin menyenangkan koleganya,” ujar Heikal, sambil menyebutkan beberapa perusahaan besar, seperti Sinar Mas, Lippo Grup, Agung Podomoro Grup, dan masih banyak lagi lainnya.

” Grup perusahaan itu, memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi bidang jasa dan pengadaan, dan ini artinya perusahaan kecil milik pribumi akan mati,” ujar Heikal.

Menurutnya ini adalah salah satu bentuk monopoli, dan Ahok melalui kebijakannya membenarkan adanya monopoli proyek, dan hal ini tidak bisa dibiarkan, karena telah melanggar UU tentang monopoli.

Menurut Pasal 1 UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat definisiMonopoli adalah penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha.

Sedangkan yang dimaksud dengan Praktek monopoli adalahpemusatan kekuatan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum.

(Jall)

loading...