PB, Jakarta – Akhirnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak menanggapi keinginan PDIP untuk mengusungnya, dengan cara mengikuti kemauan kelompok pendukungnya yang menamakan diri mereka Teman Ahok.

Keinginan Teman Ahok yang memaksa agar PDIP meminta ijin ke mereka terkait dengan rencana PDIP mengusung Ahok, oleh PDIP dianggap sebagai penghinaan.

Akibatnya Wakil Gubernur, Djarot Saiful Hidayat yang juga kader PDIP secara tidak langsung terpaksa digantikan oleh Ahok yang rencana sebelumnya tetap sebagai calon wakilnya.

Yang masuk menggantikan Djarot, Kepala Badan Keuangan Aset Daerah, (BPKAD) Heru Budi Hartono.

Heru Budi Hartono ternyata adalah salah satu benteng Ahok dalam kasus Sumber Waras, bahkan Heru sempat memberikan keterangannya di DPRD DKI Jakarta, pada bulan Agustus 2015 lalu.

Dalam memberikan keterangannya, Heru banyak berkelit dan berbelit, hingga akhirnya Wakil Ketua Pansus LHP BPK terhadap Laporan Keuangan Pemprov DKI tahun 2014, Prabowo Soenirman marah mendengar keterangan Heru berbeda dengan hasil investigasi BPK soal pembelian Sumber Waras.

(Jall)

loading...