PB, Jakarta – Ada yang menarik dari sebuah pernyataan salah satu tokoh dari dunia seni peran, dimana salah satu tokohnya, yang juga mantan artis tahun 80 dan 90-an, Febryan Adhitya dengan berani mengatakan ingin maju untuk mencalonkan diri dalam bursa calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Warga DKI Jakarta yang dikenal sebagai warga di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk yang terbilang padat di Indonesia, menjadi salah satu tolak ukur dalam pemilihan Kepala Daerah di Indonesia, karena memiliki penduduk dengan keragaman suku bangsa.

Kehadiran Febryan yang juga menjadi Ketua Umum Karyawan Film dan Televisi Indonesia, mungkin bisa dikatakan memiliki rekam jejak masih diseputaran rekan dan sejawatnya saja.

Namun rekam jejak itulah yang menjadikan beberapa rekannya mempercayai apa yang dilakukan oleh Febryan ketika memutuskan untuk maju.

” Mungkin tidak banyak yang tahu (tentang Febryan), namun niat seseorang untuk melakukan pencapaian dalam hidupnya, semuanya kembali kepada kekuasaan Allah SWT yang memutuskan hasil akhirnya,” ujar Heikal Safar, Ketua Umum Nusantara Center.

Heikal bahkan mencontohkan, bagaimana seorang Ganjar Pranowo ketika akan mencalonkan diri di Jawa Tengah, dianggap hanya sebagai hiburan, dikarenakan elektabilitas Ganjar adalah yang terbawah di antara calon lainnya.

” Dengan kerja keras namun jujur, kesabaran, dan tujuan yang baik dan mulia, Yang Maha Kuasa menjadikannya sebagai salah satu Gubernur terbaik di Indonesia,” ujar Heikal.

Febryan sendiri yang dihubungi, hanya tertawa kecil ketika disampaikan pendapat Heikal.

“Siapapun yang menyatakan masuk pasti ingin memberikan yang terbaik buat Jakarta, demikian juga dengan saya, namun yang pasti saya bersedia ikut bursa dengan niat dan keinginan yang tulus,” ujar Febryan yang tidak mengkhawatirkan sama sekali hasilnya nanti.

Bahkan Febryan sendiri mengakui persoalan Jakarta yang selama ini membelit, banjir dan macet, bukannya tidak ada solusi, ” Hanya karena terlalu banyak kepentingan di luar dari kepentingan masyarakat yang diutamakan,” ujarnya tegas.

Saat ini beberapa nama mulai muncul, Yusril Ihza Mahendra, Ahmad Dhani, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sudah terang-terangan menyatakan ikut, sementara Sandiaga Uno belum menyatakan secara resmi.

Bisakah Febryan menembus kepopuleran mereka yang banyak bermunculan di berbagai media massa utamanya televisi ?

Sebagai seorang mantan Artis Film, dan juga salah satu anak didik M.S. Kaban, ketika memulai kehidupannya di Jakarta hingga akhirnya bisa menyelesaikan kuliahnya hingga S2 dalam bidang Cinematografi, Febryan dengan tegas sekali lagi mengatakan jika soal kepopuleran itu hanya masalah waktu saja.

“Dalam sekejap siapapun bisa langsung mendadak populer, namun apakah kepopuleran itu menjadi tolak ukur untuk menjadi pemimpin kita ?” Ujarnya

Febryan saat ini sedang menjalani tugasnya sebagai ketua KFTI, yang dipercayakan oleh teman-temannya dari kelompok seniman.

Dan dalam kesehariannya, Febryan banyak melakukan perjalanan keluar daerah untuk memberikan bantuan khususnya di bidang pariwisata.

Selain itu, sebagai salah satu aktor laga, dan juga guru acting, Febryan memiliki tempat menggembleng artis baru, Pusdiklat Akting, dan sudah memberikan sumbangsih dalam dunia perfilman Indonesia melalui sutradara terkenal salah satunya H. Slamet Riyadi.

(Jall)

loading...