PB-Purworejo – Untuk mengarungi bahtera rumah tangga yang sakinah, mawadah dan warohmah seperti yang di idamkan oleh semua pasangan suami isteri, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tapi untuk mencapai itu semua diperlukan landasan yang kuat dari masing-masing individunya, walaupun seseoarang yang sudah berbekal ilmu agama yang kuat, itu semua tidak menjamin,dapat menciptakan keutuhan dalam berumah tangga.

Hal ini seperti di alami oleh Habib Sholeh,seorang guru SD Negeri Tepansari,  dilaporkan ke Polsek Loano oleh istrinya, Soimah. Guru yang mengajar pendidikan agama dan sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dilaporkan istrinya dengan tuduhan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga).

Menurut penuturan Soimah, dirinya sering sekali dibentak-bentak dengan ucapan kasar dan tidak senonoh. Dia juga pernah dibilang lonte (pelacur) dan kerap diancam akan dicerai. “Saya sudah tidak tahan dengan sikap suami saya yang kasar dan mau menang sendiri,”kata Soimah saat dikunjungi dirumahnya, Senin (29/2/2016), oleh sebab itu akhirnya saya memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke kepolisian,kata Soimah menjelaskan.

Kapolsek Loano AKP Markotib melalui Kanit Serse Aiptu Komari yang dikonfirmasi, Jumat (26/2/2016) membenarkan adanya pengaduan dari Soimah terkait KDRT yang dilakukan oleh suaminya. “Memang benar ada laporan kasus KDRT,” kata Komari.

Namun demikian pihak Polsek Loano belum bisa memproses kasus tersebut karena berdasarkan keterangan suaminya dan bebrapa warga datanya masih simpang siur, sehingga perlu waktu untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut.

Ditempat terpisah, Habib Soleh yang ditemui di SD Negeri Tepansari membantah dirinya sudah melakukan KDRT kepada istrinya. “Jangan dipercaya omongan istri saya yang tidak karuan itu,” ucap Habib Soleh menjelaskan kepada para wartawan, malah justeru sebaliknya, istri sayalah yang melakukan KDRT terhadap saya, selorohnya, untuk menyikapi hal ini saya selalu bersikap mengalah katanya sendu.  (Rasikun )

loading...