PB Jakarta : JP Buwono diduga lakukan pemalsuan ijazah dan penyalahgunaan wewenang jabatan di perpakiran DKI Jakarta…

Terkait dugaan adanya penyalahgunaan jabatan, JP Buwono selaku manager penertiban dan perijinan perpakiran DKI Jakarta disinyalir menggunakan ijazah palsu untuk kenaikan jabatannya. Hal tersebut dibenarkan oleh berbagai sumber, “sejak ia menjabat sebagai manager diperpakiran, fungsi kami ini sebagai sapi perasnya, banyak dana yang tidak disetorkan ke loket bahkan ia sering melakukan pengambilan dana untuk pribadinya dengan menggunakan rekening oranglain.” Papar para sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Kebocoran informasi tentang menguaknya sepak terjang JP Buwono dilapangan yang keluar dari system dan peraturan yang ada serta adanya dugaan pemalsuan ijazah setara perguruan tinggi menjadi trend topic dikalangan UP perpakiran DKI Jakarta. Bahkan sudah mencuat menjadi informasi public.

“Kami enggan bersuara lantang dan mengadukan hal ini ke Ka. UP Perpakiran, karena Ka.UP dulunya memiliki kedekatan emosional dengannya (sunardi sinaga.red) sekarang sebagai wakadishub DKI Jakarta. Karena imbasnya kami yang akan dimutasi atau bahkan diberhentikan.” Ujar para sumber.

Citizen berhasil menggali informasi terkait dugaan pemalsuan ijazah JP Buwono bahwa saat itu pengajuan kenaikan golongan di UP perpakiran seluruh pegawai melampirkan ijazah terakhir. Awalnya menurut whesly, ijazah yang digunakan Buwono S1, namun ketika wawan selaku manager SDM UP perpakiran kembali menanyakan arsip ijazah S1 JP Buwono, hingga detik ini tidak didapati sama sekali.

Indikasinya, tertuang pada pasal 263 tentang pemalsuan dokumen dan hal ini perlu dipertanyakan ulang ke instansi terkait.

jpb00000222Sudah seharusnya system dan management Perpakiran DKI Jakarta dibenahi, hingga tidak ada lagi para pemegang jabatan di UP perpakiran yang berbuat semaunya dengan melanggar peraturan dan hukum yang ada.

“Kami hanya meminta, JP Buwono segera dipanggil dan diperiksa, jika benar terbukti dengan pelanggaran yang dilakukannya, maka turunkan ia dari jabatanya atau PECAT…” teriak para sumber yang tidak mau disebutkan namanya. (RM/Budi G./tim.citizensb)

loading...