PB, Jakarta -Utang negara saat ini sudah mencapai tahap yang sangat di khawatirkan oleh perbankan, khususnya pihak Bank Indonesia.

Dalam sebuah wawancara, Direktur Bank Indonesia dengan salah satu stasiun Radio HardRockFM, tiba-tiba terputus ketika Direktur BI sedang memaparkan persoalan pinjaman utang Indonesia.

Adalah sebuah akun milik Lucky Riyadhi yang menuliskan kejadian yang terjadi dalam sebuah wawancara yang diputus oleh penyiar radio tersebut. Berikut petikan tulisannya melalui akun Facebooknya.

” HardRockFM lagi ada pengumuman resmi dari Bank Indonesia, dan ini teleconference, Dirut BI berbicara via telpon, gini katanya, “…bulan lalu pemerintah sudah berhutang (Rp) 500 trilyun…dan baru kemarin kita dipaksa lagi berhutang (Rp) 53 trilyun…dan itu berat bagi negara…kita tau (tiba-tiba suara hilang 3 detik telefon ditutup dan diganti lagu milik Adele – Hello)….”

Sampai saat ini pihak Radio maupun BI belum memberikan komentar lebih jauh terkait dengan hasil wawancara yang mengungkapkan hutang Indonesia yang berjumlah fantastis tersebut.

Bahkan ditengarai adanya permainan dalam pemberian uang hasil utangan pemerintah tersebut, justru dimanfaatkan oleh pihak swasta, khususnya para Grup pengusaha etnis Tionghoa di Indonesia untuk mengerjakan proyek-proyek pemerintah.

” Yang harus di ingat adalah, pelarian modal kapital para pengusaha etnis Tionghoa di Indonesia justru ke negeri Cina,” ujar Abdullah Kelrey Presidium Nusa Ina Institute.

Maka Dullah curiga jika utang yang dipinjam dari Cina berasal dari dana milik pengusaha etnis Tionghoa Indonesia yang parkir di bank milik Pemerintah Cina.

Dan Dullah memperkirakan kehancuran Indonesia di tangan para pengusaha tionghoa di Indonesia semakin nyata, ” jika benar maka keuntungan mereka menjadi berkali lipat, dan kehancuran negara ini semakin nyata,” ujarnya marah.

(Jall)

loading...