PB, Jakarta – Lantangnya suara Ratna Sarumpaet ketika menyikapi KPK dalam menangani kasus Sumber Waras yang melibatkan Zhang Win Xie alias Ahok, menuai pernyataan dari salah satu Komisioner KPK.

Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif menganggap tudingan aktivis HAM yang juga pekerja seni Ratna, hanya sebuah angin lalu, ” untuk apa mikirin tudingan Ratna ?” Ujar Laode dalam sebuah kesempatan kepada wartawan.

Namun Laode bahkan memberikan kesan seakan mengancam, jika omongan Ratna yang juga menuding KPK termasuk TNI dan Polri sudah dibeli Ahok sangat berbahaya.

” Berat itu, bisa panjang urusannya,” ujar Laode yang tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan panjang urusannya.

Laode hanya mengingatkan jika persoalan sudah dibeli atau tidaknya lembaga KPK oleh Ahok, hanya masyarakat yang bisa menilai.

Salah satu tokoh muda Maluku Utara, Darwis Sibua mengatakan jika memang KPK merasa jengah dengan sikap tokoh masyarakat seperti tudingan Ratna, seharusnya KPK segera memberikan pernyataan sudah sampai dimana penanganan kasus Sumber Waras.

” Masa masyarakat harus mendengar dari Andi Arief, sudah sejauh mana KPK menangani Sumber Waras ?” Ujar Darwis.

Dalam salah cuitan Andi Arief melalui akun twitternya, jika sampai saat ini KPK baru memeriksa 40 saksi terkait sumber Waras, dan saksi berikutnya yang akan diperiksa adalah Direktur Operasional Rumah Sakit Sumber Waras.

“Saya percaya KPK tidak jatuh (berhenti) di garis start,” tulis Andi melalui akunnya @AndiArief_AA.

Darwis berharap agar KPK, seperti yang di ucapkan Andi, jika penanganan kasus yang ditengarai melibatkan Staff Khusus Jokowi Jan Tarmadi, Istri Ahok Veronica Tan dan adiknya Fify Tjahaja Purnama selaku notaris seperti yang tertuang dalam hasil audit BPK, tidak mandek.

“KPK harus bisa memberikan pernyataan agar tidak menjadi wacana negatif di masyarakat, karena kasus ini sangat menarik, ketika Ahok selalu membanggakan dirinya memberantas korupsi, sementara dalam NJOP pembelian lahan Sumber Waras dirinya terlibat,” pungkasnya.

(Jall)

loading...