PB, Jakarta – Karena ingin menempuh jalur independen, Yusril Ihza Mahendra juga harus mengumpulkan KTP, sesuai dengan jumlah yang dietapkan oleh KPU DKI Jakarta.

Sesuai dengan janjinya, usai bertemu dengan Adhyaksa Dault di kediaman, Yusril katakan akan menempuh jalur mengumpulkan KTP dengan cara dari rumah ke rumah dan dari mesjid ke mesjid.

Rupanya hal ini dimanfaatkan oleh para pendukung Ahok ketika Yusril yang di undang untuk Shalat Jumat di Mesjid Universitas Negeri Jakarta, dengan menyebarkan berita jika Yusril mengumpulkan KTP di Mesjid.

Beberapa rekan Yusril memang menyediakan sebuah tempat untuk mengumpulkan KTP warga di sekitar wilayah mesjid, jadi bukan di lokasi mesjid.

“Yusril itu pakar hukum tata negara, juga pengacara, beliau tahu dimana, bagaimana dan seperti apa yang tidak dibolehkan di dalam hukum, apalagi berkaitan dengan hukum politik,” ujar Abdullah Kelrey yang juga Presidium Nusa Ina Institute yang kebetulan juga shalat jumat di UNJ.

Sementara itu Yusril tiba di UNJ selain memenuhi undangan untuk berceramah di mesjid UNJ, juga untuk bertemu langsung dengan Rektor UNJ, Profesor Djaali.

“Kasihan, beliau tidak punya dana membuat tempat untuk mengumpulkan KTP di ruang ber AC seperti mall atau Plaza, makanya beliau nekad dengan cara langsung ke rumah-rumah atau ke mesjid,” ujar Dullah, yang yakin jika Yusril bisa mendapatkan jumlah KTP sesuai dengan persyaratan.

Sementara Yusril sendiri mengakui jika mereka mengumpulkan KTP di sekitar wilayah mesjid, tapi Yusril menegaskan jika mereka tidak menggunakan mesjid untuk mengumpulkan KTP.

Alasan Yusril membuka tempat pengumpulan di sekitar mesjid dikarenakan banyak orang yang usai shalat bisa langsung ikut jika mereka ingin mendukungnya.

(Jall)

loading...