PB, Jakarta – Jika selama ini kelompok pengumpul KTP milik Ahok yang menamakan diri Teman Ahok dengan bangga berkoar jika mereka tidak pernah memiliki hubungan dengan Ahok, ternyata semuanya hanya bohong.

Kebohongan itu terungkap ketika Kantor Sekretariat yang dipakai Teman Ahok, rupanya milik aset Pemprov di Komplex Graha Pejaten, nomor 3 jalan Pejaten Raya Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Bahkan Ahok sendiri sudah mengakui jika sekretariat teman Ahok memang milik pemprov yang diperuntukkan untuk perumahan dPRD DKI, dan disewakan kepada PT. Sarana Jaya.

Ahok sendiri tidak menyebutkan dipakai sebagai apa rumah tersebut oleh PT. Sarana Jaya, karena kemudian disewakan kepada Hasan Nasbi,namun Ahok tidak menyebutkan jumlah sewa pemda ke PT. Sarana Jaya.

Hasan Nasbi sendiri adalah konsultan politik, sekaligus pendiri badan survey bernama Cyrus Network yang selama ini memang condong membantu Jokowi dan Ahok ketika mencalonkan diri dalam pilgub.

Dan dalam setiap pengakuan, pihak Cyrus Network jika selama ini mereka melakukan survey secara adil dan transparan.

Dalam sebuah wawancara Amelia Wahyuningtyas mengatakan jika mereka mendapatkan modal bantuan sebesar Rp. 500 juta secara perorangan.

” Aneh, Pemprov sewakan kepada PT. Sarana Jaya tanpa kejelasan dipakai untuk apa, dan kemudian disewakan lagi kepada Hasan, ini permainan gila,” ujar Darwis Sibua, Tokoh muda Malut di Jakarta.

Kaget dengan terungkapnya sekretariat Teman Ahok yang ternyata milik Pemprov, sebuah taggar dengan nama #TemanAhokPakaiAsetPemprov langsung menjadi trending topik.

(Jall)

loading...