PB, Jakarta – Penyair Wiji Thukul yang dianggap hilang ketika demo reformasi pada tahun 1998 di Jakarta, secara mengejutkan dikabarkan mati tertembak TNI di Timou Leste (Timo Timur).

Pernyataan mengejutkan ini berasal dari Presiden Timor Leste Xanana Gusmao melalui siaran televisi TVTL, Televisi milik pemerintah Timor Leste.

Adalah akun di sosmed Path milik Ndoro yang mengunggah cerita kematian Wiji Thukul, melalui pernyataan Xanana yang mengatakan Wiji Thukul mati tertembak di perbatasan sekitar tahun 1999.

Xanana menceritakan jika kedatangan Wiji Thukul ke Timor Leste merupakan sebuah anugerah bagi perjuangan Fretilin.

Pada tahun 1998, Fretilin sudah mulai kehabisan amunisi, untuk melawan ABRI (TNI) kedatangan Wiji Thukul dianggap sebagai anugerah, karena membantu tentara Fretilin membuat bom untuk melawan ABRI.

Atas aksi nekad Wiji, maka Xanana menganggap jika Wiji Thukul layak dianggap sebagai pahlawan dan diberikan penghargaan.

Anak Wiji Thukul, Fitri Nganthi Wani atau lebih dikenal dengan nama akunnya, Fitri Anjani, diundang oleh Xanana Gusmao untuk menerima penghargaan beserta uang sebagai tanda penghargaan mewakili ayahnya.

Sampai berita ini di turunkan baik pihak Pemerintah Indonesia, maupun TNI, belum berikan keterangan atas penghargaan yang diterima Wiji Thukul atas dedikasinya membantu Fretilin membom TNI.

(Jall)

loading...