PB,PURWOREJO – Untuk memberi kemudahan pembayaran tagihan, PDAM Purworejo menjalin  kerjasama dengan Bank BNI Cabang Purworejo. Kerjasama dalam bentuk pembayaran lewat online dan ATM BNI. Kerjasama tersebut dituangkan dalam MoU dan ditandatangani kedua belah pihak Jumat (18/3/2016) di Aula kantor PDAM.

Dengan dijalin kerjasma tersebut secara otomatis pelanggan PDAM juga akan menjadi nasabah Bank BNI. Secara teknis, melalui sistem online ini nantinya para pelanggan akan mendapat kemudahan. Bagi pelanggan yang akan membayar tagihan tidak harus datang ke kantor PDAM tapi cukup ke ATM terdekat dimana Bank BNI membuka cabang.

“Dengan sistem pembayaran online ini akan memberi banyak kemudahan bagi pelanggan PDAM. Selain itu juga cepat dan efektif, pada saat jatuh tempo pelanggan yang berada di luar daerah bisa membayar tagihan tanpa harus pulang,” kata Direktur PDAM Hermawan Wahyu Utomo ST diruang kerjanya.

Djelaskan, kerjasama dengan Bank BNI akan saling menguntungkan kedua belah pihak. Bagi PDAM selain memberi kemudahan kepada pelanggan juga uang yang masuk dirasa lebih aman karena langsung tersimpan di bank.

Sebelumnya, PDAM sudah menjalin kerjasama dengan Kantor Pos Purworejo, Bank Purworejo dan sejumlah outlet bertanda KIPO (Kios Pembayaran Online). “Khusus untuk pembayaran di outlet KIPO pelayanan tidak ada pantangan jam, bahkan hari Minggu bisa membayar jika outletnya buka,” papar Hermawan.

Meski pelanggan membayar ditempat-tempat tersebut namun tidak dikenai biaya tambahan. Artinya pelanggan hanya membayar sesuai tagihan dari PDAM dan tidak ada tambahan lain karena untuk fee tempat-tempat tersebut sudah ditanggung pihak PDAM. “Konsumen hanya bayar sesuai tagihan saja,” ucapnya.

Menurut dia, selain menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak, dalam rangka untuk memberi pelayanan prima kepada pelanggan PDAM juga akan membuat instalasi Ibu Kota Kecamatan (IKK) dengan anggaran sebesar Rp 200 miliar.

Untuk tahap awal ini instalasi itu akan dibangun di lima kecamatan. Yakni Kecamatan Bagelen, Bayan, Gebang, Kaligesing dan Bruno. “Konsep saya nantinya setiap kecamatan ada instalasinya, untuk tahap awal ini kita prioritaskan lima dulu,” ujar Hermawan.

Suplai Instalasi IKK nantinya akan disesuaikan dengan daerah masing-masing. Untuk Kecamatan Bagelen akan mengambil dari Sungai Bogowonto, Bayan akan mengambil dari Sungai Sudogaran, Gebang akan bekerjasama dengan Kabupaten Wonosobo dan Kaligesing akan mengambil dari sumur dalam.

Untuk pendirian instalasi IKK yang anggaranya cukup besar Hermawan mengaku PDAM tidak bisa jalan sendiri, “PDAM butuh dukungan dan peran serta pemerintah daerah,” tandasnya. Saat ini jumlah pelanggan PDAM tercatat sebanyak 20.181 pelanggan. (WARDOYO)

loading...