PB, Jakarta- Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI A.Taufiq R., memimpin jalannya upacara tujuh belasan Komando Garnisun Tetap I Jakarta di Markas Komando (Mako) Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (17/3).

Upacara yang bertemakan, “Sinergitas TNI, Polri dan Pemprov DKI di Jajaran Gartap I/Jakarta Siap Mewujudkan Jakarta yang Nyaman, Aman dan Tertib” tersebut antara lain dihadiri, Wakil Gubernur DKI Jakarta Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, MS, para Pejabat TNI/Polri, Organisasi Masyarakat dan Mahasiswa DKI Jakarta.

Dalam amanatnya, Pangarmabar antara lain mengatakan bahwa upacara bendera hakikatnya merupakan perwujudan rasa bangga dan penghormatan terhadap Sang Merah Putih, lagu kebangsaan dan mengenang jasa pahlawan. Lebih dari itu, upacara bendera sebenarnya sebagai cerminan budaya bangsa dan merupakan ciri khas yang membedakan dengan negara lain yang harus dijunjung tinggi dan dijaga oleh segenap bangsa Indonesia. Sebagai bagian dari masyarakat madani yang menjunjung tinggi persatuan dan keutuhan dalam bermasyarakat dan bernegara, harus selalu terdepan dalam mengimplementasikan Wawasan Nusantara dalam membangun bangsa. Hal mendasar yang harus tercipta di ibukota negara ini yaitu harmonisasi dan sinergitas antar instansi dalam mendukung pembangunan daerah yang merupakan bagian dari pembangunan nasional bangsa ini.

Pangarmabar mengatakan, Wawasan Nusantara yang merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD RI 1945 adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarkat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Pangarmabar mengingatkan bahwa kehidupan manusia baik secara individu dalam bermasyarkat, berbangsa dan bernegara semuanya sedang mengalami suatu proses perubahan. Adapun faktor yang mendorong terjadinya proses perubahan tersebut adalah nilai-nilai kehidupan baru yang dibawakan oleh negara-negara maju dengan kekuatan penetrasi globalnya.

Menurut Pangarmabar, bangsa Indonesia dengan latar belakang bermacam-macam suku, agama, ras dan antargolongan serta melalui proses panjang sejarah perjuangan dan disintegrasi bangsa akan mampu melawan segala bentuk ancaman yang timbul. Sebagai Aparatur Sipil dan Militer, harus selalu memelihara jiwa nasionalisme guna menghadapi berbagai macam ancaman terhadap ideologi Pancasila. Kebijakan pemerintah yang ingin menjadikan bangsa Indonesia menjadi negara yang besar dan bermartabat harus didukung penuh dan direalisasikan dalam bentuk pengabdian yang tulus dan ikhlas, sesuai dengan norma-norma yang terkandung pada Pancasila, Sapta Marga, Tri Brata dan Panca Prasetya Korpri yang menjadi acuan dalam kedinasan masing-masing institusi. Outcome dari penerapan norma tersebut yaitu terciptanya harmonisasi antarinstitusi dalam melaksanakan tugas sehari-hari dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

Terkait suksesnya acara KTT OKI ke-5 tahun 2016, Pangarmabar mengatakan bahwa kesuksesan dan kelancaran kegiatan penyelenggaraan OKI tersebut dapat menjadi tolok ukur dan catatan bagi negara peserta yang hadir akan situasi keamanan dan politik bangsa yang kondusif. Di samping itu, kepercayaan negara-negara luar terhadap bangsa ini akan semakin tinggi sehingga hal tersebut akan memengaruhi bargaining position Indonesia di kancah internasional di masa yang akan datang.

Mengakhiri amanatnya, Pangarmabar menyampaikan penekanan kepada seluruh peserta upacara untuk dipedomani antara lain agar melaksanakan setiap tugas dengan sebaik-baiknya, yang dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dapat menjadi sebuah prestasi serta nilai ibadah. Pegang teguh Pancasila dan UUD RI 1945 sebagai landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas yang diemban di instansi masing-masing serta amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Juga untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan mampu menumbuhkembangkan semangat kerja, kreativitas serta inovasi melalui kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas dalam setiap penugasan untuk menghadapi tantangan tugas ke depan. Bangun kerja sama yang baik antara TNI/Polri dan Pemerintah Daerah serta masyarakat secara proporsional, harmonis dan produktif dengan mengutamakan musyawarah dan gotong royong dalam rangka penguatan persatuan dan kesatuan bangsa dan menjaga kesiapsiagaan satuan dengan berlatih dan terus berlatih. Tugas ke depan akan semakin tidak ringan dihadapkan kepada kecenderungan perkembangan lingkungan yang bergerak dinamis.

(Kamal/Dispenarmabar)

loading...