PB-Jakarta : Kementerian Perdagangan (Kemendag) segera mengeluarkan izin importasi gula mentah untuk kuartal kedua periode April-Juni 2016 sebanyak 968.143 ton, guna memenuhi kebutuhan industri gula rafinasi dalam negeri.

“Sudah ditanda tangani, Senin (21/3) akan dikeluarkan,” kata Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih, saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Karyanto mengatakan, besaran izin importasi gula mentah atau “raw sugar” tersebut sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan dengan Kementerian Perindustrian yakni sebesar 968.143 ton. Jumlah tersebut tidak berbeda dengan izin yang sudah dikeluarkan untuk kuartal pertama periode Januari-Maret 2016 lalu.

Pada tahun 2016, pemerintah menyatakan bahwa alokasi impor gula mentah atau raw sugar sebanyak 3,22 juta ton, di mana angka tersebut naik sebesar lima persen dikarenakan kebutuhan industri makanan minuman untuk gula rafinasi mengalami rata-rata pertumbuhan diatas delapan persen per tahunnya.

Perkiraan kebutuhan gula rafinasi tahun 2016 tersebut diambil dari angka pertumbuhan moderat sebesar lima persen dari kebutuhan tahun 2015 yang sebesar 2,89 juta ton.

Sehingga, kebutuhan gula rafinasi tahun 2016 sebesar 3,03 juta ton atau setara dengan 3,22 ton gula mentah.

Sementara pada tahun 2014 lalu, kebutuhan gula mentah tercatat sebanyak 2,92 juta ton dan untuk produksi gula kristal rafinasi sebesar 2,76 juta ton. Kebutuhan tersebut, sudah disesuaikan dengan pertumbuhan industri makanan minuman yang rata-rata tumbuh diatas delapan persen per tahun tercatat dari 2011 hingga 2014. (iqp-end)

loading...