PB KEBUMEN–-Kepedulian Satlantas Polres Kebumen terhadap para pengendara kendaraan bermotor roda dua, terutama bagi mereka yang membawa anak kecil saat berkendara, hal ini ditunjukan dihari ke 21 pelaksanaan operasi simpatik candi 2016, yang dilaksanakan  hari senin 21/3/2016 di jalan Pahlawan Kebumen, tepatnya di dekat perempatan Tugu Lawet, ternyata banyak orang tua pengguna jalan yang belum peduli atas keselamatan anak-anaknya saat mengendaraai sepeda motor di jalan raya, terbukti  27 helm ukuran anak-anak yang dibagikan oleh petugas Satuan Lalu Lintas Polres Kebumen ludes dalam tempo yang cukup singkat.

IMG-20160322-WA0000Dalam pelaksanaan operasi simpatik candi 2016, satlantas polres Kebumen dibantu oleh team teknis lalulintas jalan, terdiri dari Dishubkominfo bidang lalulintas, dan Satpol PP kabupaten Kebumen .

Para pengendara masih beranggapan bahwa helm keselamatan hanyalah bagi orang dewasa saja, padahal siapapun yang naik sepeda motor mempunyai resiko cedera yang sama bila terjadi kecelakaan lalu lintas. “Ini salah satu indikator bahwa kesadaran masyarakat atas keselamatan berkendara masih rendah. Menggunakan helm hanya supaya tidak ditilang petugas.” kata Kasat Lantas Polres Kebumen AKP Aditya Mulya Ramdani, SIK disela-sela pelaksanaan razia. “Karena masih berjalan Operasi Simpatik, maka kami hanya akan memberikan teguran tertulis kepada pelanggar, sekaligus kami bagikan helm pengaman untuk anak-anak sebagai pengingat, bahwa siapapun mempunyai resiko cedera saat terjadi kecelakaan lalu lintas, apalagi jika saat berkendara membawa anak kecil, akan bisa dibayangkan, betapa ngerinya tambahnya.

Peduli keselamatan anak, satlantas polres kebumen bagikan helm gratis,

IMG-20160322-WA0002Tapi besok, kami akan berlakukan tilang terhadap para pelanggar” lanjutnya. Terkait pelaksanaan Operasi Simpatik Candi 2016 di Polres Kebumen, terlihat adanya perubahan di sepanjang ruas jalan antara simpang tiga Kantor Pos Kebumen sampai dengan Tugu Lawet dan ruas jalan dari Tugu Lawet sampai dengan simpang 3 SMA Muhammadiyah Kebumen yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Tertib Lalulintas (KTL).

Wilayah KTL adalah merupakan sarana edukasi, bagi para pengguna jalan, oleh sebab itu diwilayah ini harus steril dari pedagang kakilima, pengendara becak, baik becak mesin maupun becak manual, pengemis, gelandangan dan orng terlantar,oleh sebab itu sebagai kasatlantas kami bertanggung jawab atas situasi kamseltibcar lantas diwilayah KTl, ungkap Aditya Mulya R menjelaskan.

IMG-20160322-WA0003Tampak penambahan jumlah rambu-rambu peringatan dan larangan dan pembenahan kawasan parkir yang ditandai dengan garis putih dipinggir jalan. “Semua rekayasa lalulintas ini dibuat demi kenyamanan, keselamatan dan kelancaran seluruh pengguna jalan, saya harap masyarakat bisa mematuhinya dengan penuh kesadaran.” himbau Kasat Lantas diakhir wawancara dengan wartawan yang meliput kegiatan tersebut, yang di amini oleh Marsiayanto Kabid Lantas Dishubkominfo kabupaten Kebumen yang yang mendampinginya.   (Rasikun)

loading...