PB, Jakarta – Kondisi perseteruan antara supir angkutan dan taxi versus angkutan berbasis online rupanya menyisakan sebuah kesedihan yang mendalam bagi seorang Muhardi, Ketua Umum Partai Republiku Indonesia.

Kesedihan ini dikarenakan masyarakat yang bergelut di bagian lapisan bawah yang notabene hanyalah berposisi sebagai pesuruh dan pekerja kasar justru menjadi tameng bagi penguasa yang berasal dari etnis non pribumi.

“Ini warga kelas pekerja di status bawah, mereka sesama pribumi, tidak pantas para penguasa membiarkan pemilik perusahaan membiarkan mereka saling adu domba, ini tidak benar,” ujar Muhardi marah.

Kemarahan Muhardi dikarenakan kepemilikan Grab, baik taxi maupun ojek, adalah warga luar Indonesia, ” Kenapa bukan petinggi Lippo yang turun untuk berhadapan langsung dengan pemilik kendaraan taxi umum ? ” kejar Muhardi kesal.

Berikut pemilik kendaraan umum berbasis online dan pemilik Taxi yang melakukan demo.

1. Grab.

Grab perusahaan yang berbasis di Singapura, usai melakukan kesepatakan bisnis dengan Lippo Group mulai melakukan pemasaran dengan cara memberikan kemudahan kepada pelanggan baru, gratis bagi penumpang baru.

Lippo yang berekspansi ke bisnis IT senilai Dengan dana sebesar US $ 500 juta, atau sekitar Rp. 6,6 trilyun melalui anak perusahaan Lippo, Matahari Mall.

Dan Grab diharapkan akan menjadi transportasi bagi antar jemput untuk penjualan di Matahari Mall secara online. Diharapkan dalam waktu 2 tahun, pemasukan dari hasil penjualan secara online mencapai Rp. 13 trilyun.

Grab juga di dukung oleh investor Didi Kuaididi asal Cina, GGV Capital, dan softbank.

– Grab Bike

Sementara Grab Bike yang memilik induk di Malaysia melalui perusahaan PT. Metro Asia Pasific, mendapatkan suntikan dana dari Coateu Management LLC dan China Investment Corporation (CIC) dengan nilai investasi sebesar Rp. 490 milyar

2. Uber

Uber Taxi mulai berdiri pada tahun 2009, oleh Travis Kalanick dan Garret Camp, melalui IPO yang dibangun di San Fransisco.

Uber tersebar hampir di sekitar 300 kota di 68 negara.Nilai perusahaan ini pada tahun 2015 ditaksir bernilai Rp. 4.407 trilyun. Dari hasil pendapatan dari 20 persen setiap booking untuk tahun 2015 saja mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 26,3 trilyun.

3. Gojek

Dengan nama PT. Gojek Indonesia, sewa jasa online ojek ini milik Northstar Group melalui NSI Ventures, yang berbadan hukum Indonesia, mendapatkan dana segar sebesar Rp. 480 milyar secara bertahap.

4. Taxi Express

Pemiliknya adalah PT. Rajawali Corpora, yang dimiliki Peter Sondakh, saham PT. Rajawali Corpora siang ini terpantau naik menjadi Rp. 242/lembar, dan pendapatan bersih senilai Rp. 20 milyar.

5. Blue Bird Grup

Noni Sri Aryati Purnomo adalah pewaris Blue Bird Group dengan kepemilikan saham terbesar dibawah PT. Pusaka Citra Djokosoetono, sebesar 37,17 persen. Dengan berbasis pada pelanggan korporat pendapatan naik menjadi Rp. 5,3 trilyun, dengan saham senilai 6.425/lembar.

6. Angkutan Umum (Kopaja, Metromini, Bajaj, angkot)

Kebanyakan kepemilikin angkutan rakyat kecil ini adalah perseorangan dan banyak yang tidak dalam bentuk perusahaan, dan supir mereka inilah yang menjadi pelaku demo bersama-sama supir taxi baik dari Taxi Express dan Taxi Blue Bird.

Muhardi menyayangkan ketegasan pemerintah yang dianggap lemah, hingga terkesan membiarkan keberadaan taxi online tanpa memberikan regulasi yang jelas, hingga mengakibatkan terjadinya insiden tawuran antar supir yang jelas adalah rakyat kecil.

” Jangan-jangan ada udang dibalik batu, hingga membiarkan kondisi ini semakin parah,” ujarnya geram.

Menurut Muhardi para penumpang taxi reguler banyak yang lari menggunakan taxi pesanan via online, dikarenakan pemerintah membebaskan seenaknya untuk mengatur tanpa memperhatikan keberadaan taxi lainnya.

Apalagi taxi online ini juga tidak menggunakan plat kuning sebagaimana sebuah angkutan umum diharuskan menggunakan plat kuning.

Muhardi berharap agar pemerintah secara tegas dengan tidak membiarkan hal ini berlarut, mengingat korban yang berjatuhan bukan para pemilik perusahaan yang seharusnya melakukan perundingan agar tidak terjadi kejadian seperti ini.

Kepada masyarakat khususnya para supir bisa menggunakan akal sehat, agar mendemo pemilik perusahaan dan pemerintah untuk saling duduk bersama mengatur regulasi peraturan angkutan umum yang saling menguntungkan.

(Jall)

loading...