PB, Jakarta – Ribuan Pengemudi Angkutan Darat Se-Jabodetabek yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) melakukan aksi unjuk rasa mendesak kepada Pemerintah untuk  memberi tindakan tegas berupa Pembekuan Operasional Perusahaan Aplikasi jasa angkutan darat (Gojek, Grab dan Uber) serta perusahaan Aplikasi lainnya.

Dikarenakan telah merugikan Jasa Angkutan Umum Angkutan Darat yang selama ini beroperasi, dan keberadaannya juga melanggar UU No. 22 Thn 2009 tentang Angkutan Jalan serta Peraturan Per-UU lainya.

PicsArt_03-22-09.44.45Aksi unjuk rasa yang dilaksanakan pada hari Selasa, (22 Maret 2016) diikuti oleh ribuan pengendara angkutan darat dengan titik kumpul  di Jaktim : Terminal Kp. Melayu,  Jakpus : Terminal Senen, Jakbar : Terminal Kali Deres, Citraland (Bajaj), Jakut : Terminal Tjg. Priok, Jaksel : Terminal Blok M.

20160322_093257-1Aksi unjuk rasa dilakukan di area Lap Parkir Timur Senayan – DPR RI, DPR RI, Jl. Jend. Gatot Subroto Jakpus, Kementerian Informasi dan Informatika.

Dalam tuntutannya mereka menyampaikan aspirasi tuntutan Pembekuan Perusahaan Aplikasi yg menjadi perantara beroperasinya angkutan ilegal ber plat hitam.

20160322_095424-1Aksi tersebut melumpuhkan jalan disekitar Sudirman dan MH. Thamrin dengan melakukan sweeping angkutan-angkutan umum yang melewati daerah Sudirman-Thamrin sehingga para penumpang terpaksa harus jalan kaki untuk menuju arah tersebut.

Tidak hanya dengan melakukan sweeping, supir angkutan darat juga melakukan pengrusakan bagi para pengemudi yang membawa penumpang. Pada awalnya aksi tersebut melakukan demo simpatik namun kemudian berubah menjadi demo anarkis.

Para pendemo yang demo dengan pusat rute demo di Monas. Pada saat yang sama para pengemudi go-jek juga turun ke jalan di wilayah Sudirman yang sempat dihalau petugas agar tidak terjadi bentrokan dengan para pendemo.

(Hefrizal)

loading...