PB, Jakarta – Pengumpulan KTP oleh Teman Ahok (TA) ditengarai belum juga memenuhi target, seperti yang diberitakan beberapa hari lalu, sejak penetapan Ahok dan Heru melalui jalur independen, sampai saat ini baru 100 ribu lebih yang terkumpul.

” Sebenarnya pernyataan Teman Ahok jika sebelumnya mereka mengklaim punya 700 ribu lebih, itu hanya untuk menyenangkan Ahok agar mau melalui jalur indepnden,” ujar Abdullah Kelrey Presidium Nusa Ina Institute.

Buktinya, sampai saat ini jumlah yang terkumpul ulang hanya 100 ribu lebih, itu artinya perkataan yang 700 ribu itu, hanya untuk menggaet Ahok agar mau melalui jalur independen.

“Dengan masuknya Ahok, dipastikan ada dana segar yang masuk ke TA, dan itu sudah pasti, buktinya Ahok sendiri katakan sudah serahkan Rp. 4,5 m ke mereka (TA),” ujar Dullah, panggilan akrab Abdullah.

Sementara Bastian P. Simanjuntak memprediksi jika Ahok sebenarnya sudah mulai kebingungan, dengan niatnya untuk maju sebagai Gubernur melalui jalur apa.

“Kedatangan Ahok ke acara peluncuran buku Megawati, untuk mencari simpatik ulang, agar PDIP tidak mengganggu dirinya,” ujar Bastian P. Simanjuntak, Presiden Gerakan Pribumi Indonesia.

Menurut Bastian, Ahok terlihat gerah dengan beberapa pernyataan PDIP, baik itu soal adanya sembilan naga dibelakang Ahok, soal Ahok yang dituding PDIP membayar ke Nasdem Rp. 100 milyar.

“Yang terbaru soal sekretariat yang dipakai oleh Teman Ahok yang terbongkar menggunakan aset pemprov, juga dari PDIP,” ujar Bastian, dan ini menurut prediksi Bastian, PDIP masih memiliki beberapa peluru yang akan diluncurkan ke Ahok.

Akibatnya mau tidak mau, Ahok harus segera mengerem tindakan PDIP dengan membuang malu datang ke acara Megawati, walaupun harus menerima teriakan cemohan dari kader PDIP dan Megawati.

Persoalan KTP, Bastian juga mengatakan jika Ahok sendiri menginginkan agar bisa melalui jalur Partai, ” persoalan KTP sampai saat ini kayaknya tidak akan memenuhi target, karena Yusril dan Adhyaksa juga sedang mengumpulkan KTP,” ujar Bastian.

PDIP sendiri melalui Megawati kaget dan menolak ketika Ahok mencoba membujuk dengan menawarkan anggaran untuk membiayai pembuatan buku tentang Megawati.

(Jall)

loading...