PB.Com, Jakarta- Jakarta tak hanya menjadi  pusat pemerintahan, namun juga pusat bisnis. Ini yang membedakan Jakarta dengan ibukota lainnya, misalnya Amerika Serikat, dimana pusat ekonomi dan pemerintahan dipisah.

Pengamat Ekonomi INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) Berly Martawardaya mencoba membandingkan perekonomian Jakarta dengan kota besar lainnya dan rata-rata nasional dari berbagai aspek.

Berly menilai dari segi jumlah penduduk, APBD,  dan PAD, Jakarta berkali lipat lebih unggul dari Surabaya dan Bandung. Hal ini berimbas pada PDRB 2014, Jakarta menyumbang PDRB jauh lebih besar sebanyak Rp 1.761,41 triliun pada 2014, lebih besar hampir 6x lipat dari PDRB Surabaya sekitar Rp 370 Triliun, dan 9x lipat PDRB Bandung sekitar Rp 190 Triliun.

Namun ada beberapa hal yang menjadi catatan bagi Jakarta, dalam mengatasi kemiskinan, kota ini tertinggal dari Surabaya, dan dalam indeks pembangunan manusia kalah dari Bandung.

“Tingkat kemiskinan Jakarta sebesar 4% masih lebih rendah dari Surabaya di kisaran 6-7%, namun penurunan kemiskinan di Surabaya lebih berhasil daripada Jakarta,” Papar Berly dalam diskusi media “Jakarta Punye Gaye : Menilai Perkembangan Ekonomi Ibukota” di Cikini, Jakarta Pusat, sesaat lalu

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia di Jakarta kalah dari Bandung, “IPM Jakarta stagnan dan cenderung menurun, tingkat pendidikan tenaga kerja di Jakarta relatif banyak yang lulusan SMA, di bandung lebih tinggi proporsi kompetensi S1,” lanjut Berly.

Dosen Magister Perencanaan & Kebijakan Publik FEUI ini memberikan beberapa rekomendasi kebijakan bagi perbaikan Jakarta, misalnya untuk mengatasi kemiskinan pemerintah perlu fokus pada harga dan ketersediaan sembako, juga perlu agresif mengatasi kesenjangan melalui pendidikan, pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat menengah ke bawah.

“Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup perlu digenjot di jasa serta transisi menuju public transport, perbanyakan taman kota dan vertical garden,” imbuhnya.

Dalam kepemerintahan, ia menilai perlunya memperkuat sistem, pengawasan dan kinerja, serta membangun kebersamaan dan participatory bagi warganya. (Beb)

loading...