PB, Jakarta – Rupanya kebenaran berita tentang munculnya serangan-serangan untuk membendung laju akun yang tidak menyukai keberadaan Ahok alias Zhong Wanxie alias Basuki Indra alias Basuki Tjahaja Purnama, bukan isapan jempol.

IMG_20160328_065611Sebuah daftar nama yang beredar di sosmed memperlihatkan daftar nama akun, nomor rekening dan bank serta pemiliknya, bahkan ada yang satu nama namun miliki lebih dari satu akun.

Untuk membayar akun ini memang diperlukan dana yang tidak sedikit, seperti yang pernah diakui oleh Ahok jika dirinya sudah menerima dan menyerahkan Rp. 4,5 milyar kepada kelompok yang mengatasnamakan Teman Ahok.

Pemilik akun @Zumpio, Sobari Hong Jr. Menuliskan jika Ahok juga sudah melakukan kontrak dengan Sonny Subrata pemilik PT. Arwuda dengan nilai Rp. 10 milyar.

Dana segar ini diperuntukkan bagi akun yang diistilahkan akun buzzer milik Ahok agar dapat mengisi poling dan memenangkan Ahok dalam poling Head to Head antara Ahok dan Yusril Ihza Mahendra.

Namun yang terjadi adalah kebalikannya, contohnya poling yang pernah dibuat @RustamIbrahim yang menjadi pendukung Ahok, justru kalah oleh Yusril Ihza Mahendra, dengan perbandingan Yusril 51 persen dan Ahok cuma 49 persen.

IMG_20160328_072024Sampai dengan poling yang dibuat oleh akun milik @emerson_yuntho yang membuat poling yang masih berlanjut, terkait Cagub bersih dari koruptor masih dimenangkan oleh Yusril Ihza Mahendra dengan perbedaan Yusril 69 persen Ahok 25 persen, Adhyaksa dan Lulung 3 persen.

Sobari Hong yang juga sebagai konsultan ekonomi perkotaan, investigator dan analisis, mengatakan jika kebenaran anggaran Rp. 10 milyar bisa di cek di opening speech from Bapak Sonny Subrata on evebr peranakan Tionghoa dalam instagram.com/p/wDCFHimdRu/

Bahkan keberadaan Sonny dan kawan-kawannya dalam percaturan kejahatan politik sudah dimulai dalam pilpres dengan membangun opini melalui hestek #jokowimerakyat dan dari hasil penelusuran ternyata akun botnya mencapai 80 persen.

(Jall)

loading...