PB.Com, Jakarta – Keputusan Presiden Jokowi soal pengolahan kilang gas Blok Maluku Selatan (Masela) di darat (on shore) menjadi momentum untuk membersihkan pemerintahan. Terutama, dari kalangan neolib di sekitar presiden yang bisa menjerumuskan presiden ke pelanggaran konstitusi dan tindak pidana korupsi.

“Presiden niscaya akan menggunakan momentum Blok Masela ini untuk membersihkan pemerintahan dari kaum neolib, yang nyaris menjerumuskannya ke skandal pelanggaran Konstitusi berat dan tindak pidana korupsi,” kata Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhi M Massardi, Sesaat lalu.

Adhi mengungkapkan, jika Jokowi memaksimalkan momentum Blok Masela ini untuk menggusur kekuatan kaum fundamentalis pasar (neolib) dari pemerintahan, maka pemerintah tidak perlu lagi bergaduh-gaduh dahulu untuk menjalankan (ekonomi) Konstitusi yang selalu diteriakkan Rizal Ramli, dan Nawacita serta Trisakti yang dijanjikan Presiden selama ini.

adhie-massardi-mantan-jubir-gus-dur_20151112_235507

Adhie M. Massardi

Selain itu, Adhi mengistilahkan keputusan presiden ini  akan menimbulkan gempa politik yang berdampak tsunami bagi kelompok neolib di pemerintahan. Terutama yang sekarang menguasai sektor energi dan sumberdaya mineral.

Menurut Adhi,   pilihan Jokowi jelas dan lugas.” Bukan perkara teknologi dan perhitungan keekonomian yang njelimet dan pasti mengundang perdebatan tiada habis-habisnya. Tapi dasarnya logika dan akal sehat yang berbasis konstitusi,” katanya.

Dia juga mengatakan, setelah dua tahun memerintah, dengan kasus Blok Masela ini presiden jadi lebih memahami bahwa untuk menjalankan logika dan akal sehat berbasis konstitusi itu ternyata memerlukan energi besar dan kehati-hatian. Karena kekuatan kaum neolib di pemerintahan memang sangat kuat dan dominan, terutama di sektor energi dan sumber daya mineral. (Beb)

loading...