PB, Jakarta – Rupanya rencana untuk menggusur warga Luar Batang Jakarta Utara oleh Ahok mendapat reaksi keras dari para penghuni lokasi.

Sebuah seruan beredar di sosmed yang memberitahukan kepada penguasa DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, usai Shalat Jumat, 8 April 2016 nanti akan ada pelaksanaan pernyataan sikap untuk menentang rencana Ahok yang ingin melakukan revitalisasi kawasan.

Pernyataan sikap ini akan dilakukan dengan menggunakan cap jempol darah, sebagai bentuk perlawanan secara keras, berikut isi pernyataan yang di upload hari ini, Selasa (29/4) pukul 09.11wib.

” Salam perjuangan, Insya Allah, hari Jumat 8 april 2016, seluruh warga Luar Batang ba’da shalat jumat di Mesjid Kramat Batang akan membubuhkan tanda tangan darah sebagai simbol perlawanan atas arogansi kekuasaan yang mengatasnamakan “Revitalisasi Kawasan Wisata Sunda Kelapa” sampai tetes darah penghabisan. Kami ingin melawan sampai jadi debu; Taburkan debu kami di atas bukit agar terhirup oleh durjana itu (Ahok-red); Lalu akan kami gerogoti paru mereka sampai habis #savekampungluarbatang “

IMG_20160329_190251Pernyataan ini juga mendapat tanggapan secara keras oleh Bastian P. Simanjuntak, selaku Presiden Gerakan Pribumi Indonesia.

“Ahok harus menghentikan segala macam cara bentuk intimidasi kepada rakyat kecil, jangan beralasan revitalisasi, lalu lakukan dengan cara binatang, mereka manusia, harus dihargai keberadaan mereka selama ini,” ujar Bastian geram.

Menurutnya keberadaan Ahok tidak lebih dari seorang pengacau di Jakarta, karena banyak daerah di Indonesia juga melakukan revitalisasi yang bersinggungan dengan warga, namun tidak lantas pemimpinnya justru menjadi provokator yang mengundang amarah warga.

“(Ahok) Ini yang mau dijadikan pemimpin yang justru balik memprovokasi warga untuk berbuat anarkis ? pemimpin itu bijkasana bukan pemimpin pembohong, ketika ketahuan bohongnya malah balik mengancam,” ujar Bastian.

Ungkapan Bastian ini, terkait dengan ucapan Ahok yang sebelumnya mengatakan jika dirinyalah yang memperindah dan mempercantik Mesjid Kramat Luar Batang.

Namun pernyataan Ahok justru dibantah oleh para pengurus mesjid yang mengatakan jika Ahok tidak pernah melakukan hal itu, bahkan Ahok tidak pernah ke Mesjid Luar Batang. Rehab terakhir dilajukan pada tahun 2010 lalu.

“Selain hal itu, Ahok juga tidak terima ketika mengetahui jika Yusril justru yang dipilih warga untuk menjadi kuasa hukum mereka, kemarahan Ahok semakin menjadi,” ucap Bastian.

Bahkan Bastian menduga, karena Ahok ini sebenarnya berasal dari luar Jakarta, akibatnya ikatan emosional anatar dirinya dengan Jakarta tidak ada.

Ada sebuah nilai historis di kampung Luar Batang yang harus dipelajari Ahok, ucap Bastian, “karena hal itu tidak dimilikinya, maka dalam pandangannya warga Jakarta memang harus diprovokasi agar marah, lalu ada alasan untuk melakukan tindakan keras,” ujarnya.

(Jall)

loading...