PB, Jakarta – Sungguh miris rasanya mendengar ketika negara ini ternyata telah hilang rasa empatinya kepada rasa kebangsaan kita sendiri.

Demikian diucapkan oleh Darwis Sibua, salah satu tokoh muda Maluku Utara di Jakarta asal Morotai, yang melihat Presiden Jokowi sangat cepat mengapresiasi Bom dengan ucapan prihatin, sementara Kapal Indonesia yang ditembak Kapal Cina, malah tidak ada ucapan simpatik.

“Saya hanya bisa marah, dan sungguh sangat keterlaluan, para pemimpin bangsa ini, bagaimana mereka menyikapi atas tindakan Penjaga pantai yang berani menembak kapal Indonesia,” ujar Darwis emosi.

Ucapan dari Jubir Presiden, Johan Budi, yang mengatakan jika saat ini konflik di Natuna ini hanya sebatas masalah ikan, sangat tidak bisa diterima oleh Darwis.

“Kalau ikan itu cuma pemicu, tapi tembakan itu disasarkan ke kapal yang isinya manusia bernyawa, bukan nembak ikan !” Ujar Darwis tinggi.

Bahkan persoalan ini dirasa oleh Darwis akan merembet, “Kalau Cina aja berani nembak dan cuma ditanggapi versi nota, tanpa tindakan nyata, jangan kaget jika para pemberontak negeri ini juga semakin berani,” ujar Darwis geram.

Bahkan ucapan Jokowi yang mengatakan jika persoalan Natuna itu urusan negara lain, Darwis merasa tidak habis pikir, “pola pikir yang aneh, Natuna itu di negara mana ?” Ujarnya sambil membuka tangan, “Atau Natuna sudah diberikan kepada Cina ?” Tanya Darwis.

Menurut Darwis, TNI harus bisa melakukan pengusiran terhadap kapal Cina, walaupun resikonya tinggi, karena ini martabat dan kedaulatan bangsa.

(Jall)

loading...