PB, Jakarta – Akun milik Sobari Hong Junior, @Zumpio menuliskan bagaimana Ahok harus mengeluarkan kemarahan terkait dengan akun-akun buzzer yang dikerahkannya, justru tidak bisa mengangkat elektabilitasnya.

“Setelah dibombardir kekalahan opini/poling di sosmed, Ahok mulai panik dan tidak percaya ke cyrus dan buzzer-buzzer amatirnya,” tulis Sobari yang dikenal sebagai salah satu analisis dan juga pakar ekonomi perkotaan.

Sobari Hong juga membuka sebuah pemufakatan jahat antara Sonny Subrata pemilik PT. Arwuda, dengan sebuah kontrak senilai Rp. 10 milyar, untuk memainkan poling di sosmed, ujar Sobari yang berani menyatakan kebenarannya, karena informasi yang disampaikan memang benar adanya, karena telah tersaring dengan tingkat akurasi mencapai 99 persen kebenarnnya.

Dari beberapa poling yang dilakukan, persaingan antara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Yusril Ihza Mahendra selalu dimenangkan oleh Yusril.

Berikut poling yang dilakukan oleh beberapa akun yang diantaranya akun yang mendukung Ahok dalan pilkada DKI justru mengalami kekalahan.

IMG_20160330_010504_1Akun yang mengatasnamakan Vote DKI 1 @INFOwargaDKI yang memiliki pengikut sebanyak 42 ribu membuat poling dengan memberikan pilihan siapa Gubernur pilihan kamu, Basuki Alias Ahok, Yusril IM, Adhyaksa Dault dan Sandiaga Uno, walaupun tidak sebanding dengan jumlah pengikutnya, hingga hasil akhir, jumlah pemilih sebanyak 812 menyatakan dukungan mereka kepada Yusril IM dengan jumlah pemilih sebesar 73 persen, disusul Ahok 18 persen, Sandiaga 7 persen dan Adhyaksa 3 persen.

IMG_20160330_010507Kemudian ada pendukung Ahok yang sering memblock akun-akun yang dianggapnya tidak sejalan dengan keberadaan Ahok, Rustam Ibrahim, dengan akun @RustamIbrahim juga mengadakan poling sebelumnya, mempersilahkan kepada pengikutnya yang berjumlah 11 ribu orang untuk mau ikut poling, diawalnya Ahok jauh meninggalkan Yusril, setelah berdebat dengan akun milik @AjengCute16, soal kejujuran poling, yang dianggap berat sebelah, Rustam menyerah, akhirnya akun yang sempat di blok terbuka kembali dan bisa mengikuti poling.

Dan hasilnya sungguh mengecewakan Rustam, bahkan kemarahan Rustam ditumpahkan kepada Ajeng dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak hubungannya dengan hasil poling, dan akun yang telah dibuka, diblok kembali.

Perolehan yang didapat dari hasik poling selama tiga hari, Yusril juga memenangkan dengan perolehan 52 persen suara, Ahok 45 persen, lainnya dan belum memilih diantaranya sebanyak 3 persen, dan jumlah peserta poling mencapai 4.082 pemilih.

IMG_20160330_010511Berikutnya sebuah poling dari CEO PT. YOT (Young On Top) Billey Boen melalui akunnya @BilleyBoen yang juga mengajak untuk ikut poling yang pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.

Walaupun memiliki pengikut sebanyak 86 ribu, namun yang mengikuti polingnya hanya 3.153, dan hasilnya seperti yang sudah ditebak, Yusril kembali memenangkan pertarungan dengan perolehan 60 persen dan Ahok hanya 40 persen.

Ada juga milik @Emerson_Yuanthe yang juga mengadakan poling siapa Gubernur yang anti korupsi, Yusril mendapat 62 persen suara, Ahok 25 persen, sementara lainnya, Sandiaga dan Lulung berbagi 3 dan 2 persen saja.

Kekalahan menyakitkan dalam poling yang dilakukan beberapa gelintir akun menjadi bukti nyata jika Ahok sebenarnya mengalami penurunan dalam hal elektabilitas, bahkan ditengarai Ahok justru kesulitan mengumpulkan KTP dalam tepat waktu.

Saat ini Ahok kembali melakukan lobby terkait dengan pengumpulan KTP dengan mengajak para artis untuk makan malam di kediaman Gubernur.

(Jall)

loading...