PB, Jakarta – Pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi KPK dalam kasus Sumber Waras yang melibatkan Zhong Wanxie alias Ahok jika belum ditemukannya niat jahat Ahok menjadikan hestek #KomisiPencariNiatKorupsi menjadi trending topik.

Awalnya sempat masuk di trending topik Indonesia, namun kemudian hilang, setelah ditelusuri ternyata hestek tersebut masuk dalam trending topik dunia atau TrendingTopics WORLWIDE.

#KomisiPencariNiatKorupsi menduduki urutan 47 dalam trending topik dunia.

Hestek ini begitu menggugah akibat KPK menyebut kerugian negara sudah ditemukan, namun tidak bisa diteruskan karena tidak ditemukan adanya niat jahat dalam pembelian yang merugikan negara hingga Rp. 191 milyar.

Akibatnya akun  @KPK_RI menjadi bulan-bulanan netizen, bahkan ada seruan jika ingin korupsi tidak apa-apa asalkan niatnya baik.

Akun milik @adysf mengatakan jika memang sebuah niat dijadikan sebagai alasan untuk tidak memeriksa dan menahan walaupun sudah terjadi kerugian negara, maka bisa saja para koruptor yang sudah ditahan KPK mengajukan peninjauan kembali.

“Bisa jadi yurisprundensi buat yang sudah divonis pengadilan tipikor, ngajuin PK dengan novum “niat baik..” tulisnya.

Permasalahan Sumber Waras yang mencolok sebagai berikutt ; Tanah dihargai Rp 755 milyar, BPHTB sebesar Rp 15,5 milar, biaya notaris 7,5 milyar, appraisal Rp 300 juta, pengurusan sertifikat sebesar Rp 22,6 milyar, PNPB Rp 2,26 milyar, ddengan jumlah total Rp. 800 miliar

Sementara itu dalam catatan hasil pemeriksaan BPK yang diserahkan kepada KPK, terdapat sebuah catatan dari Kemendagri, yang sudah mengevaluasi APBD-P dan menolak anggaran pembelian tanah SW karena tidak sesuai dengan Permendagri dan Perpres.

Bastian P. Simanjuntak Presiden Geprindo, mengatakan Ahok memang seorang yang tidak mau dilawan, ” Tuhan aja dia mau lawan, apalagi cuma Perpres Jokowi dan Permendagri,” ujar Bastian heran dengan sikap KPK yang cuma berdasarkan niat seseorang, bisa menjadi dasar rujukan dihentikannya penyidikan korupsi.

Sementara itu Darwis Sibua, tokoh muda Malut Jakarta, mencurigai jika KPK sebenarnya sengaja tidak ingin menyeret Ahok karena tekanan dari konglomerat etnis Tionghoa yang selama ini mendukung Ahok.

(Jall)

loading...